Rencana keluarga Osbourne untuk menghadirkan kembali Prince of Darkness dalam bentuk kecerdasan buatan menuai perdebatan sengit di kalangan penggemar. Dalam episode terbaru podcast The Osbournes yang tayang Jumat lalu, Sharon dan Jack Osbourne buka suara membela proyek yang mereka garap bersama perusahaan teknologi Hyperreal.
Jack langsung membantah keras kritik yang menyebut proyek ini sebagai "ChatGPT dengan wajah Papa". Menurutnya, sistem yang dibangun adalah AI tertutup yang tidak terhubung ke internet sama sekali. "Kami membangun database khusus. Isinya cuma ucapan Papa atau informasi akurat yang pernah ditulis tentang dia," jelas Jack di podcast tersebut.
Sharon Osbourne mengungkapkan bahwa keluarga sudah memikirkan proyek ini sejak satu dekade lalu, jauh sebelum tren AI hologram merebak. "Ini seperti bilang, 'Kenapa perlu CD kalau sudah punya piringan hitam?'" katanya menanggapi kritik fans. "Kamu harus ikut perkembangan zaman."
Hyperreal bukan pemain baru di ranah ini. Perusahaan yang sama sebelumnya menciptakan avatar digital Stan Lee, legenda Marvel Comics. Avatar Stan Lee ditempatkan dalam kotak raksasa bernama Proto Luma—perangkat dengan layar 4K, speaker fidelity tinggi, dan layar sentuh yang memungkinkan interaksi dua arah. Di Los Angeles Comic Con, avatar Stan Lee menjawab pertanyaan pengunjung menggunakan ribuan jam rekaman wawancara dan tulisan aslinya.
Ozzy bukanlah bintang pertama yang "dihidupkan" kembali secara digital. Konser hologram Whitney Houston sukses berjalan dua tahun di Eropa dan Las Vegas, menampilkan versi holografik penyanyi itu menyanyikan rekaman live yang telah di-restore secara digital. Sementara itu, anggota ABBA yang masih hidup justru aktif berpartisipasi—mereka mengenakan baju motion-capture untuk menciptakan gerakan tarian versi digital diri mereka tahun 1979 dalam pertunjukan ABBA Voyage di London.
Yang membedakan proyek Ozzy adalah tingkat interaktivitasnya. "Kamu bisa bertanya apa saja ke Ozzy, dan dia akan menjawab dengan suaranya sendiri—jawabannya akan persis seperti yang akan dikatakan Ozzy," ujar Sharon dalam acara Licensing Expo 2026, Mei lalu. Keluarga berencana membawa versi digital Ozzy berkeliling dunia agar penggemar bisa bicara dan mendapat balasan langsung.
Di kolom komentar YouTube podcast tersebut, skeptisisme masih mendominasi. "Kamu tidak butuh AI untuk menjaga Ozzy tetap dikenang. Fans-nya tidak akan pernah lupa..." tulis seorang penggemar. Jack sendiri membaca lima besar kritik fans dalam podcast, termasuk tuduhan bahwa proyek ini hanya eksploitasi komersial.
Di balik kontroversi, Sharon mengungkapkan motivasi personal yang lebih dalam. "Suami saya terus bertanya, 'Setelah aku pergi, berapa lama aku akan dikenang?'" Elvis sudah meninggal 50 tahun lalu dan semua orang masih tahu Elvis. Sharon ingin hal yang sama untuk Ozzy.
Hyperreal belum merinci bagaimana fans nantinya bisa mengakses atau berinteraksi dengan versi digital Ozzy. Detail teknis dan jadwal peluncuran masih dirahasiakan. Yang jelas, proyek ini bukan sekadar nostalgia—keluarga Osbourne serius menjadikannya bisnis global yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk memperpanjang umur warisan seorang legenda.