SULAWESI UTARA — Prabowo menegaskan posisi kedua negara sepakat bahwa jalur diplomatik menjadi prioritas utama dalam meredakan ketegangan internasional. “Presiden Steinmeier dan saya juga sependapat bahwa semua konflik harus diselesaikan melalui perundingan dan kita bekerja sama di bidang diplomasi untuk meningkatkan dan memastikan perdamaian dan stabilitas global,” kata Prabowo dalam keterangan pers bersama.
Selain isu geopolitik, pertemuan tersebut juga menghasilkan kesepakatan di bidang ketenagakerjaan. Indonesia dan Jerman menandatangani Letter of Intent mengenai Global Skills Partnership di bidang keperawatan. Prabowo menyebut kerja sama ini sebagai bagian dari penguatan hubungan bilateral di sektor tenaga kerja.
“Di bidang tenaga kerja kesehatan, kami sangat apresiasi penandatanganan Letter of Intent mengenai Global Skills Partnership di bidang keperawatan,” ujar Prabowo. Ia menambahkan Indonesia ingin memperluas peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di Jerman, termasuk di sektor teknologi tingkat tinggi.
Dalam kesempatan itu, Prabowo secara eksplisit mendorong Jerman untuk mengambil peran yang lebih aktif di tingkat internasional. Menurutnya, Indonesia membutuhkan kemitraan yang kuat dengan Jerman dan kawasan Eropa untuk menghadapi berbagai tantangan global.
“Saya sangat berkeyakinan bahwa Jerman harus memainkan peran yang lebih aktif dan lebih penting karena kami butuh kemitraan yang baik dengan Jerman dan dengan Eropa,” tandas Prabowo. Ia menilai kunjungan Presiden Steinmeier menjadi tanda bahwa hubungan kedua negara sangat penting.
Kunjungan Presiden Jerman ke Indonesia ini menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama yang sudah berjalan. Selain isu perdamaian dan ketenagakerjaan, kedua pemimpin juga membahas peluang kerja sama lain yang saling menguntungkan. Pertemuan di Istana Merdeka berlangsung tertutup sebelum dilanjutkan dengan pernyataan pers bersama.