SULAWESI UTARA — Prabowo menekankan seluruh program pengembangan tim nasional yang dijalankan PSSI harus dijaga dan dipersiapkan secara matang. "Pokoknya semua program dari PSSI untuk pengembangan tim nasional, apalagi untuk persiapan 2030 yang sudah akan dimulai babak kualifikasinya tahun depan bulan September, ini harus benar-benar kita jaga, kita persiapkan," ujar Erick menirukan perintah presiden.
Menpora Erick Thohir menambahkan, Prabowo berkomitmen penuh mendukung program sepak bola nasional tanpa syarat. "Tadi Bapak Presiden juga sampaikan, 'pokoknya saya sebagai pimpinan negara, apapun yang kita bisa support buat sepak bola, saya akan lakukan'," kata Erick.
Dukungan itu diharapkan menjadi fondasi kuat bagi perjalanan timnas menuju Piala Dunia 2030. Ini bukan sekadar janji politik, melainkan arahan langsung yang sudah didiskusikan dengan federasi.
Pelatih timnas Indonesia John Herdman menyambut antusias instruksi presiden. Menurutnya, Prabowo memiliki mimpi yang sama dengan 280 juta rakyat Indonesia: melihat Garuda berlaga di panggung sepak bola dunia.
"Saya selalu mengatakan bahwa kami memiliki 280 juta alasan (untuk ke Piala Dunia), dan beliau (Prabowo) adalah salah satunya. Beliau adalah salah satu dari 280 juta orang yang ingin kami lolos ke Piala Dunia 2030," kata John.
John menegaskan, seluruh aktivitas timnas saat ini berpusat pada satu target: lolos ke Piala Dunia 2030. "Semua yang kami lakukan, setiap hari ketika bangun tidur, kami memikirkan target itu, karena hal tersebut akan mengubah segalanya di negara kita untuk selamanya," jelasnya.
Babak kualifikasi Piala Dunia 2030 akan dimulai pada September tahun depan. Artinya, timnas dan PSSI memiliki waktu sekitar 15 bulan untuk mematangkan skuad, strategi, dan program pembinaan.
Instruksi langsung dari presiden menjadi sinyal kuat bahwa sepak bola Indonesia mendapat prioritas di tingkat tertinggi pemerintahan. Pertanyaannya kini, bagaimana federasi dan pelatih menerjemahkan dukungan itu ke hasil lapangan.