SULAWESI UTARA — Kepergian Arief mendapat lampu hijau dari manajemen Persija. Ia direlakan meski masih terikat kontrak hingga musim depan.
Dari EPA Super League ke Tim Nasional
Karier Arief meroket setelah membawa Persija U-20 menjuarai EPA Super League musim lalu. Prestasi itu membuat Direktur Teknik Nasional PSSI meliriknya.
"Jujur, saya tidak menyangka mendapat kepercayaan ini. Tentu saya senang karena menjadi bagian dari tim pelatih nasional adalah cita-cita banyak pelatih. Kesempatan ini datang lebih cepat dari yang saya bayangkan," kata Arief dalam laman resmi Persija.
Proses Seleksi Ketat ala PSSI
Arief menceritakan proses perekrutan yang tidak instan. Ia harus menjalani wawancara dan presentasi program kepelatihan di kantor PSSI.
"Setelah proses wawancara dan presentasi, saya menunggu beberapa hari. Kemudian PSSI menghubungi saya kembali dan menyampaikan bahwa saya dipercaya menjadi pelatih kiper Timnas U-17," ujarnya.
Kepercayaan ini menjadi pengakuan atas kualitas kepelatihan Arief. Ia akan bertanggung jawab memoles kiper-kiper muda yang akan berlaga di Piala Dunia U-17.
Target dan Adaptasi Program Latihan
Arief tak ingin berlarut dalam euforia. Ia langsung fokus pada tugas barunya: menyiapkan kiper Garuda Muda agar kompetitif di level internasional.
"Target saya adalah membantu tim meraih hasil terbaik dan mendukung perkembangan para kiper agar semakin siap bersaing di level yang lebih tinggi. Saya akan menyesuaikan program latihan dengan kebutuhan tim dan arahan pelatih kepala," tuturnya.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada manajemen Persija yang mendukung langkahnya. "Dukungan itu sangat berarti bagi saya," ucapnya.