MANADO — Seorang anggota DPRD Manado menyoroti ancaman serius yang dihadapi sektor pariwisata kota akibat tingginya angka kejahatan. Ia menegaskan bahwa Manado yang tengah dipromosikan sebagai destinasi wisata kelas dunia tidak boleh berubah menjadi kota yang tidak aman bagi pengunjung.
"Jangan sampai Manado yang dibilang menjadi kota pariwisata dunia, kemudian jadi kota yang sudah tidak aman karena kriminal yang sangat berdampak di wisatawan-wisatawan," ujar anggota DPRD tersebut dalam pernyataan yang dikutip baru-baru ini.
Manado selama beberapa tahun terakhir gencar dipasarkan sebagai pintu gerbang wisata bahari Sulawesi Utara, dengan Bunaken sebagai ikon utamanya. Namun, persepsi keamanan menjadi faktor krusial yang menentukan minat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, untuk berkunjung.
Jika angka kriminalitas tidak segera ditekan, reputasi Manado sebagai kota tujuan wisata bisa tercoreng. Wisatawan yang merasa tidak aman cenderung membatalkan kunjungan atau memilih destinasi lain yang lebih terjamin keamanannya.
Dampak dari situasi ini tidak hanya dirasakan oleh industri perhotelan dan biro perjalanan. Pelaku UMKM, pemilik warung makan, hingga pengemudi transportasi online di sekitar kawasan wisata juga bakal merasakan penurunan pendapatan jika jumlah wisatawan berkurang.
Belum lagi efek domino pada citra daerah di mata investor. Kota yang tidak aman biasanya kurang menarik bagi investasi baru di sektor pariwisata dan jasa.
Peringatan dari anggota DPRD ini menjadi pengingat bagi jajaran kepolisian dan Pemerintah Kota Manado untuk memperkuat patroli dan sistem keamanan di titik-titik rawan, terutama di area yang sering dikunjungi wisatawan. Langkah preventif seperti pemasangan kamera pengawas (CCTV) di tempat umum dan peningkatan penerangan jalan juga dinilai mendesak.
Selain itu, sinergi antara pemkot, aparat keamanan, dan pengelola tempat wisata perlu diperkuat untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang aman dan nyaman.
Wisatawan menjadi pihak yang paling langsung merasakan dampaknya. Namun, dalam jangka panjang, seluruh warga Manado dan pelaku usaha di sektor pariwisata juga akan ikut menanggung kerugian. Peringatan ini diharapkan menjadi alarm bagi semua pemangku kepentingan untuk bertindak cepat.
Belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kota Manado atau kepolisian setempat menanggapi peringatan ini. Namun, publik berharap langkah konkret segera direalisasikan sebelum musim liburan tiba, yang biasanya menjadi puncak kunjungan wisatawan ke Manado.