SULAWESI UTARA — Bermain di bawah terik matahari London, Inggris menunjukkan dominasi sejak awal. Mereka memenangkan undian dan memilih untuk memukul lebih dulu, sebuah keputusan yang terbukti tepat. Danni Wyatt-Hodge menjadi bintang dengan 65 run dari 42 bola, sementara kapten Heather Knight menyumbang 43 run dari 26 bola. Total 186-7 yang mereka cetak menjadi skor tertinggi dalam sejarah pertandingan wanita di Lord's.
Momen Kontroversial di Awal Babak Kedua
Babak kedua West Indies langsung mendapat tekanan. Kapten Hayley Matthews menjadi korban keputusan kontroversial wasit pada over keempat. Ia dinyatakan keluar setelah tertangkap di belakang wicket, sebuah keputusan yang membuatnya tampak marah setelah meninjau ulang melalui DRS. Meskipun teknologi Ultra-edge menunjukkan adanya spike, Matthews meyakini gambar televisi tidak sepenuhnya mendukung keputusan tersebut.
Enam bola berselang, Deandra Dottin — pemukul paling berbahaya West Indies — harus pulang setelah pukulannya ditangkap gemilang oleh Alice Capsey di batas lapangan. Dottin sebelumnya sudah memukul dua four dan satu six. West Indies kehilangan dua pilar utama mereka dalam waktu singkat, dan pertandingan praktis berakhir di situ.
Catatan Buruk di Lapangan: Enam Peluang Terbuang
Meski meraih kemenangan, Inggris bukannya tanpa cela. Mereka tercatat menjatuhkan enam tangkapan di babak kedua, lima di antaranya merupakan peluang sulit. Penjaga wicket Amy Jones menjadi yang paling bersalah — ia gagal menangkap bola atas yang seharusnya mudah dari Jahzara Claxton saat West Indies membutuhkan 98 run dari 37 bola.
Linsey Smith dan Sophie Ecclestone juga menjatuhkan peluang dari bola hasil pukulan yang melambung kembali ke arah mereka. Smith bahkan dua kali gagal, termasuk satu upaya menyelam di batas lapangan. Beruntung bagi Inggris, keunggulan skor sudah terlalu besar untuk dikejar. West Indies hanya mampu mencapai 148-5 dari 20 over, dengan Qiana Joseph menjadi pencetak run terbanyak (51* dari 30 bola).
Strategi Cerdas di Atas Permukaan Lambat
Salah satu kunci kemenangan Inggris adalah kemampuan beradaptasi dengan kondisi pitch yang lambat. Mereka menggunakan pukulan sapuan dan sapuan terbalik secara efektif, dengan 49 persen run mereka datang dari area belakang square. Lari cepat juga menjadi faktor penting — Inggris mencetak 79 run dari lari, sebuah pencapaian impresif di tengah suhu panas.
Kapten Nat Sciver-Brunt kembali absen karena cedera betis yang mengganggunya. Ia menjalani pemindaian lanjutan pada Rabu dan kemungkinan besar tidak akan diturunkan pada pertandingan terakhir grup melawan Selandia Baru, Sabtu nanti. Tanpa dia, Wyatt-Hodge dan Knight tampil solid di urutan atas, sementara Charlie Dean dan Sophie Ecclestone menambahkan empat boundary di over terakhir untuk memastikan target tetap tinggi.
Jadwal Semifinal dan Momentum Inggris
Dengan kemenangan ini, Inggris memuncaki Grup 2 dan telah mengantongi enam kemenangan beruntun. Mereka tinggal menunggu lawan yang akan ditentukan setelah pertandingan grup tersisa. Afrika Selatan atau India menjadi calon lawan paling mungkin. Inggris akan bermain di salah satu dari dua semifinal — Selasa atau Kamis pekan depan.
Inggris telah mencapai semifinal atau final di lima dari enam Piala Dunia terakhir, namun selalu gagal di momen-momen krusial. Kini, dengan momentum yang terus membangun, mereka mulai terlihat seperti tim yang benar-benar siap merebut gelar.