BOSTON — Baik Prancis maupun Norwegia sudah memastikan tiket ke fase gugur Piala Dunia 2026. Namun, pertandingan mereka di Boston Stadium, Foxborough, Massachusetts, Amerika Serikat, pada Sabtu (27/6) pukul 02.00 WIB tetap menjadi salah satu laga yang paling ditunggu.
Pasalnya, laga ini mempertemukan dua striker muda paling eksplosif di dunia saat ini: Kylian Mbappe (Prancis) dan Erling Haaland (Norwegia). Keduanya sama-sama sudah mengemas empat gol di turnamen ini, hanya berselisih satu gol dari Lionel Messi (Argentina) yang memimpin daftar pencetak gol sementara dengan lima gol.
Sepanjang sejarah, Prancis dan Norwegia sudah bertemu 16 kali. Les Bleus menang tujuh kali, sementara Landslaget menang lima kali. Namun, di level klub, Mbappe dan Haaland sudah enam kali berhadapan di Liga Champions. Dari enam duel itu, Haaland mencetak lima gol, unggul satu gol dari Mbappe yang mengemas empat gol.
Musim lalu, kedua pemain tampil subur di Eropa. Mbappe mencetak 42 gol untuk Real Madrid, sementara Haaland menjaringkan 38 gol untuk Manchester City. Sayang, produktivitas itu belum mampu mengantar tim mereka juara di liga masing-masing.
Menariknya, baik Mbappe maupun Haaland belum mencatatkan satu pun assist di Piala Dunia 2026. Pelatih Prancis Didier Deschamps dan pelatih Norwegia Stale Solbaken sama-sama memilih memaksimalkan kedua pemain sebagai finisher atau penuntas peluang, bukan sebagai pengumpan.
Deschamps mengakomodasi Mbappe dengan formasi 4-2-3-1, sementara Haaland nyaman dengan skema 4-3-3. Keduanya ditempatkan sebagai ujung tombak utama yang difasilitasi sistem tim. Sejauh ini, strategi itu berhasil. Mbappe menginspirasi Prancis dengan dua gol ke gawang Irak dan dua gol ke gawang Senegal. Haaland melakukan hal serupa, menjadi pencetak gol pertama yang mengilhami kemenangan Norwegia atas kedua tim yang sama.
Meski individu pemain bersinar, statistik tim justru menunjukkan gambaran lain. Dalam urusan membuat peluang atau upaya gol, Prancis dan Norwegia hanya menduduki urutan 19 dan 25, dengan masing-masing 30 dan 24 percobaan. Angka ini jauh di bawah Jerman (42), Inggris (41), dan Brasil (40).
Namun, indikator itu tak menjamin kemenangan. Turki, misalnya, menjadi tim dengan percobaan gol terbanyak (62) namun gagal mencetak gol dan tersisih. Sebaliknya, Argentina yang memiliki lebih sedikit peluang, justru melenggang mulus ke 32 besar.
Dalam hal expected goals (xG), Norwegia dan Prancis sama-sama memiliki angka 3,91, sedikit di bawah Argentina (4,03). Menariknya, xG individu Haaland mencapai 2,7, hanya kalah dari Vinicius Junior (Brasil) dan masih di atas Messi maupun Mbappe.
Pertandingan di Boston Stadium nanti menjadi ajang pembuktian siapa yang lebih tajam di antara Mbappe dan Haaland. Keduanya masih berpeluang menyalip Messi yang memimpin daftar pencetak gol sementara dengan lima gol. Hasil undian yang mempertemukan Prancis dan Norwegia di grup yang sama membuat duel dua striker top ini terjadi lebih awal dari perkiraan.
Dengan gaya bermain yang sama-sama mengandalkan kecepatan, kekuatan, dan naluri mencetak gol, laga ini dipastikan menjadi tontonan utama bagi pecinta sepak bola dunia, termasuk di Indonesia. Statistik dan rekor masa lalu hanya menjadi catatan kaki; 90 menit di lapangan akan menentukan siapa yang lebih bersinar.