SULAWESI UTARA — Dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (24/6/2026), manajemen Telkom memaparkan kinerja keuangan tahun lalu. Perusahaan mencatat EBITDA sebesar Rp72,2 triliun, dengan margin EBITDA mencapai 49,2%. Capaian ini menunjukkan efisiensi operasional yang solid di tengah penurunan pendapatan.
Rapat tersebut menjadi forum evaluasi sekaligus pembahasan roadmap korporasi untuk tahun 2026. Anggota Komisi VI DPR RI Khilmi menyoroti pentingnya menjaga kekompakan di tubuh perusahaan. “Saya percaya Ibu Dirut ini akan membawa Telkom Group lebih baik,” ujar Khilmi merujuk pada Direktur Utama Dian Siswarini.
Tekanan Makro dan Persaingan Jadi Tantangan Utama
Koreksi pendapatan 2,2% secara tahunan (year on year) disebutkan sebagai imbas dari kondisi makroekonomi yang belum stabil dan persaingan usaha yang kian sengit di sektor telekomunikasi. Meski begitu, Telkom dinilai masih mampu mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar.
DPR pun meminta agar soliditas jajaran direksi dan karyawan terus dijaga. Pesan ini menjadi pengingat bahwa konsolidasi internal menjadi kunci untuk menghadapi tekanan eksternal ke depan.
Prospek 2026: Fokus pada Transformasi dan Efisiensi
Dalam paparannya, Telkom menyampaikan sejumlah prioritas strategis untuk tahun ini. Perusahaan akan melanjutkan transformasi digital dan penguatan infrastruktur guna mendorong pertumbuhan jangka panjang. Efisiensi biaya juga tetap menjadi fokus utama demi melindungi profitabilitas.
Dengan fundamental yang masih kokoh, Telkom optimistis dapat membalikkan tren penurunan pendapatan pada tahun-tahun mendatang. Dukungan penuh dari regulator dan pemegang saham, termasuk DPR, dinilai menjadi modal penting dalam merealisasikan target tersebut.