Charger HP yang Tetap Colok Bisa Boros Listrik, Ini Hitungan Biayanya

Penulis: Alfin Murtado  •  Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:55:01 WIB
Charger yang tetap terpasang di stopkontak tetap mengonsumsi listrik meski tidak digunakan.

SULAWESI UTARA — Kebiasaan membiarkan charger tetap terpasang di stopkontak setelah ponsel penuh atau bahkan tanpa perangkat sama sekali ternyata tetap mengalirkan listrik. Fenomena yang disebut standby power atau daya siaga ini terjadi karena komponen transformator dan sirkuit di dalam charger masih aktif selama menempel di sumber listrik. Meski konsumsinya kecil, akumulasi dari banyak charger di satu rumah bisa terasa di rekening akhir bulan.

Berapa Besar Daya yang Terbuang?

Setiap charger yang tidak mengisi daya mengonsumsi sekitar 0,1 hingga 0,5 watt. Jika dikalkulasi harian, angkanya berkisar antara 2 hingga 24 watt-jam per charger. Untuk satu unit saja, dampaknya hampir tidak terlihat. Namun, rumah dengan tiga hingga lima charger — termasuk untuk tablet dan konsol gim portabel — mulai menunjukkan perbedaan.

Berdasarkan data yang dihimpun dari riset energi, satu charger idle bisa menambah biaya listrik tahunan antara 50 sen hingga 4 dolar AS. Di Indonesia, dengan tarif listrik rumah tangga sekitar Rp1.444 per kWh (golongan 1.300 VA), setahun pengeluaran tambahan dari satu charger bisa mencapai Rp5.000 hingga Rp10.000. Jumlah ini berlipat seiring jumlah perangkat yang ada.

Bukan Cuma Charger yang Jadi Biang Kerok

Pemerintah Kanada mencatat bahwa daya siaga dari seluruh perangkat elektronik di rumah menyumbang 5 hingga 10 persen total konsumsi listrik. Benda-benda seperti televisi, microwave, pembuat kopi, komputer, dan konsol gim juga tetap menarik daya meski dalam mode mati atau tidak dipakai. Charger hanyalah satu dari sekian banyak penyumbang.

Masalahnya, charger berkualitas rendah cenderung menarik daya lebih besar saat idle dibandingkan produk bersertifikasi efisien. Pengguna disarankan memeriksa label efisiensi energi sebelum membeli charger baru. Model yang mampu menangani banyak perangkat sekaligus juga biasanya dirancang lebih hemat dalam mode siaga.

Cara Mengurangi Pemborosan Listrik dari Charger

Langkah paling sederhana adalah mencabut charger dari stopkontak saat tidak digunakan. Jika stopkontak memiliki sakelar, mematikannya juga efektif. Alternatif lain adalah menggunakan smart outlet atau stopkontak pintar yang bisa dimatikan jarak jauh lewat aplikasi ponsel.

Periksa kondisi fisik charger secara berkala. Kabel yang terkelupas, konektor longgar, atau panas berlebih saat tersambung tanpa perangkat menandakan komponen internal sudah rusak. Charger semacam itu tidak hanya boros listrik tetapi juga berisiko menyebabkan korsleting atau kebakaran. Segera ganti jika menemukan tanda-tanda tersebut.

Memilih charger dengan spesifikasi yang sesuai dengan perangkat juga membantu. Charger dengan daya keluaran terlalu besar untuk ponsel lama bisa menarik arus lebih saat siaga. Gunakan charger original atau produk pihak ketiga bereputasi yang sudah bersertifikasi SNI atau standar keamanan internasional.

Reporter: Alfin Murtado
Sumber: engadget.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top