SULAWESI UTARA — Setelah sukses di Australia, Meksiko, Brasil, hingga Chile, BYD akhirnya bersiap menjual pickup hybrid Shark di pasar domestiknya, China. Namun, bukan dengan logo BYD yang sudah dikenal, melainkan di bawah bendera sub-brand Fang Cheng Bao.
Sebuah prototipe dengan kamuflase minimal tertangkap kamera oleh pengamat otomotif ThinkerCar di China pada akhir Juni 2026. Foto yang beredar di media sosial menunjukkan bahwa pickup ini kini membawa emblem Fang Cheng Bao, bukan BYD. Perubahan ini mengonfirmasi pernyataan resmi BYD bahwa versi China akan didistribusikan melalui jaringan penjualan Fang Cheng Bao.
Desain yang Hampir Sama, Tapi Beda Identitas
Secara dimensi, BYD Shark versi global memiliki panjang 5.457 mm, lebar 1.971 mm, tinggi 1.925 mm, dan jarak sumbu roda 3.260 mm. Ukuran ini setara dengan Toyota Hilux dan Ford Ranger. Prototipe yang tertangkap kamera menunjukkan bentuk bodi yang identik dengan versi ekspor, hanya logo depan dan belakang yang berbeda.
Ubahan lain diyakini hanya terbatas pada detail gril atau desain bumper depan, meski belum bisa dipastikan dari foto yang beredar. Yang jelas, BYD ingin membedakan posisi produk ini di pasar China: Fang Cheng Bao adalah lini off-road premium BYD, jadi wajar jika Shark versi lokal mendapat sentuhan lebih agresif.
DMO Super Hybrid: 429 HP dan Jarak Tempuh Listrik 100 Km
Jantung pacu tetap mengandalkan sistem DMO (Dual Mode Off-Road) Super Hybrid. Kombinasi mesin 1.5T 4-silinder dan dua motor listrik menghasilkan tenaga total 429 hp (320 kW). Motor depan menyumbang 228 hp, motor belakang 201 hp, menjadikannya penggerak semua roda (AWD) standar.
Baterai 29,58 kWh yang tertanam di sasis memberikan jarak tempuh listrik murni 100 km berdasarkan standar NEDC. Angka ini cukup untuk mobilitas harian tanpa bahan bakar fosil, sekaligus menjadi nilai jual utama di segmen pickup yang biasanya boros BBM.
Harga Mulai Rp 440 Juta, Debut Akhir 2026
Menurut laporan Autohome yang dikutip ThinkerCar, BYD akan meluncurkan Shark versi China pada akhir kuartal ketiga atau awal kuartal keempat 2026. Harga diperkirakan mulai 200.000 hingga 300.000 yuan, atau setara Rp 440 juta hingga Rp 660 juta dengan kurs estimasi Rp 16.000 per yuan.
Kisaran harga ini menempatkan Shark bersaing langsung dengan Great Wall Poer dan Toyota Hilux di China. Namun, keunggulan hybrid plug-in dan tenaga 429 hp membuatnya sulit ditandingi pickup konvensional di kelas yang sama.
Belum ada konfirmasi apakah BYD akan membawa Fang Cheng Bao Shark ke Indonesia. Namun, melihat tren elektrifikasi kendaraan niaga di Tanah Air dan kesuksesan BYD sebagai merek mobil listrik terlaris, bukan tidak mungkin pickup ini masuk dalam rencana ekspansi mereka ke Asia Tenggara.