SULAWESI UTARA — Empat Posyandu binaan CSR PAMA yang menjadi sasaran pelatihan adalah Permata Ibu 1 RW 005, Perintis Harapan 1 RW 007, Harapan 4 RW 008, dan Kasih Ibu 2 RW 012. Ke-49 kader yang hadir mendapatkan materi tentang pengelolaan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) hingga pendampingan ibu hamil dan menyusui.
Materi yang disampaikan tidak hanya sebatas administrasi posyandu. Perwakilan Manajemen PAMA menjelaskan, para kader juga dibekali keterampilan melayani kelompok usia produktif, lanjut usia, remaja, serta bayi dan balita.
"PAMA percaya bahwa pembangunan masyarakat yang sehat dimulai dari penguatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat komunitas. Kader Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan," ujar perwakilan Manajemen PAMA dalam keterangan resmi.
Pelatihan ini dirancang agar kader mampu menjalankan peran sebagai penghubung antara fasilitas kesehatan dan warga. Dengan kompetensi yang merata di setiap tahapan siklus hidup, diharapkan layanan di posyandu tidak lagi terbatas pada balita dan ibu hamil saja.
Program ini merupakan bentuk dukungan PAMA terhadap penguatan layanan kesehatan berbasis masyarakat. Perusahaan menilai, peningkatan kompetensi kader adalah langkah strategis untuk menciptakan masyarakat yang mandiri dan sadar kesehatan.
Keempat posyandu binaan tersebut selama ini konsisten mendapat pendampingan dari CSR PAMA. Pelatihan 25 kompetensi dasar ini menjadi salah satu upaya agar kader bisa memberikan pelayanan yang lebih optimal dan sesuai kebutuhan warga di setiap siklus kehidupan.
Ke depan, PAMA berencana terus menghadirkan program pemberdayaan serupa. Tujuannya jelas: memperkuat peran kader sebagai agen perubahan dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan masing-masing.