SULAWESI UTARA — Krisis yang melanda Volkswagen Group kian nyata. Mengutip laporan AFP, Senin (27/7), pabrikan otomotif asal Jerman itu mengkonfirmasi tengah mempertimbangkan PHK massal terhadap 100.000 tenaga kerja global. Langkah ini merupakan respons atas tekanan kompetisi yang semakin brutal, terutama dari pabrikan mobil asal China.
Laporan keuangan kuartal kedua 2026 menjadi alarm keras bagi manajemen VW. Laba bersih untuk periode April hingga Juni tercatat hanya 1,54 miliar euro (setara Rp 24,6 triliun kurs Rp 16.000). Angka ini ambles 32,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Tekanan terberat datang dari China, pasar mobil terbesar dunia. Pengiriman mobil VW di Negeri Tirai Bambu tahun lalu sudah menjadi yang terendah sejak 2011. Tren negatif berlanjut pada semester I 2026 dengan penurunan penjualan mencapai 31,6 persen. Konsumen China beralih ke mobil lokal yang harganya lebih terjangkau.
Di Amerika Serikat, VW juga mengambil langkah pahit. Produksi mobil listrik ambisius, ID.4, di pabrik Chattanooga, Tennessee, akan dihentikan total pada April 2026. Sementara itu, perusahaan hanya bisa bertahan dengan menjual model-model lama dengan margin keuntungan yang tipis.