SULAWESI UTARA — Google secara diam-diam memblokir akses ke Play Store untuk beberapa ponsel Android yang menjalankan sistem operasi lawas. Kebijakan ini mulai berlaku dalam beberapa hari terakhir dan langsung terasa oleh pengguna yang mencoba membuka toko aplikasi tersebut.
Menurut laporan yang beredar, pemblokiran ini berkaitan dengan batas minimum versi Android yang didukung oleh layanan Google Play. Ponsel dengan Android versi sangat lama dianggap tidak lagi kompatibel dengan protokol keamanan dan pembaruan API terbaru dari Google.
Akibatnya, saat pengguna membuka aplikasi Play Store, yang muncul bukanlah halaman utama berisi jutaan aplikasi, melainkan pesan error atau layar kosong. Google sendiri belum merilis pernyataan resmi secara luas mengenai daftar pasti perangkat yang terdampak.
Bagi pemilik HP yang terkena imbas, konsekuensinya cukup merepotkan. Mereka tidak bisa lagi mengunduh atau memperbarui aplikasi apa pun melalui kanal resmi Android. Ini termasuk aplikasi perbankan, media sosial, hingga aplikasi pesan instan yang biasanya diperbarui secara berkala.
Update keamanan penting juga otomatis terhenti, membuat perangkat semakin rentan terhadap celah keamanan yang sudah diketahui. Situasi ini mirip seperti yang pernah terjadi pada perangkat Android versi KitKat dan Lollipop beberapa tahun lalu.
Pengguna yang mengalami masalah ini memiliki beberapa opsi. Pertama, memeriksa apakah ponsel mereka masih menerima pembaruan sistem resmi dari pabrikan. Jika ada, melakukan upgrade ke versi Android yang lebih baru bisa menjadi jalan keluar paling aman.
Alternatif lain adalah beralih ke toko aplikasi pihak ketiga seperti APKMirror atau F-Droid. Namun, cara ini membutuhkan kehati-hatian ekstra karena risiko keamanan lebih tinggi. Opsi paling drastis namun efektif adalah mengganti ponsel dengan model yang masih mendapat dukungan penuh dari Google.
Meski Google tidak merilis daftar resmi, komunitas pengguna dan forum teknologi mencatat beberapa ponsel lawas dari merek tertentu mulai kehilangan akses. Umumnya, perangkat yang dirilis sebelum tahun 2016 dengan RAM di bawah 2 GB menjadi yang paling berisiko.
Ponsel Android Go Edition yang dirancang untuk spek rendah juga mulai menunjukkan gejala serupa. Pengguna di Indonesia yang masih memakai HP entry-level lawas disarankan untuk segera mengecek versi Android di menu Pengaturan > Tentang Ponsel.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa ekosistem Android memiliki masa dukungan yang terbatas. Produsen HP dan Google memang terus berupaya memperpanjang siklus hidup perangkat, tapi pada titik tertentu, keamanan dan kompatibilitas menjadi prioritas yang tak bisa ditawar lagi.