Review Samsung Galaxy A27 5G: Layar AMOLED Terang buat Traveling, Tapi Fast Charging Cuma 25W

Penulis: Alfin Murtado  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 00:35:31 WIB
Layar Super AMOLED 120Hz pada Samsung Galaxy A27 5G tetap terbaca jelas di bawah sinar matahari langsung saat digunakan untuk navigasi dan streaming.

SULAWESI UTARA — Samsung Galaxy A27 5G datang dengan klaim sebagai teman traveling ideal berkat baterai 5.000 mAh dan layar Super AMOLED. Setelah beberapa hari dipakai untuk navigasi, foto, dan streaming di luar ruangan, saya bisa memvalidasi beberapa klaim itu — tapi ada juga catatan penting yang jarang dibahas di materi promosi.

Layar Super AMOLED 120Hz: Paling Terang di Kelasnya untuk Outdoor

Aktivitas traveling mayoritas dihabiskan di luar ruangan. Layar 6,7 inci Super AMOLED 120Hz pada Galaxy A27 5G memang unggul di sini. Tingkat kecerahannya cukup tinggi sehingga teks dan peta tetap terbaca jelas meski di bawah terik matahari langsung — sesuatu yang masih jadi kelemahan banyak ponsel mid-range lain.

Refresh rate 120Hz juga bikin scrolling rekomendasi tempat wisata atau feed Instagram terasa mulus. Lapisan Gorilla Glass Victus+ menjadi nilai tambah: lebih tahan goresan pasir atau gesekan barang di tas ransel. Saya sendiri tidak menemukan baret setelah seminggu pemakaian tanpa tempered glass tambahan.

Baterai 5.000 mAh: Awet Tapi Charging-nya Lambat

Dengan baterai 5.000 mAh yang sudah dioptimalkan, Galaxy A27 5G mampu bertahan sehari penuh untuk skenario traveling standar: navigasi Maps menyala terus, foto 50-100 jepretan, dan streaming video 2-3 jam. Ini cukup melegakan saat kamu sulit menemukan colokan di bandara atau stasiun.

Masalahnya ada di teknologi pengisian daya. Samsung hanya membekali fast charging 25W — bukan 45W seperti yang sempat diklaim di beberapa ringkasan awal. Untuk mengisi dari 0% ke 50% butuh waktu sekitar 30 menit, dan penuh 100% memakan waktu sedikit di atas 1 jam. Di kelas harga yang sama, kompetitor seperti Xiaomi sudah menawarkan 67W atau 100W. Kalau kamu tipe yang suka isi daya kilat 15 menit di kafe, Galaxy A27 5G bakal terasa lambat.

Catatan penting: Kepala charger 25W umumnya dijual terpisah. Pastikan kamu menyiapkan anggaran tambahan untuk charger original jika tidak punya.

Kamera 50MP: Cukup untuk Foto Liburan, Bukan untuk Konten Profesional

Samsung Galaxy A27 5G dibekali kamera belakang 50MP dengan stabilisasi dan kamera depan 12MP HDR. Hasil foto di kondisi cahaya cukup terbilang memuaskan untuk kebutuhan media sosial: warna cukup akurat, detail lumayan. Namun, jangan berharap hasil setara flagship. Di kondisi minim cahaya, noise mulai terlihat dan detail berkurang drastis.

Untuk merekam video perjalanan singkat atau vlog kasual, kamera ini sudah cukup. Tapi kalau kamu content creator yang butuh kualitas video 4K 60fps stabil, Galaxy A27 5G bukan pilihan tepat.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Beli

  • Charger 25W dijual terpisah — siapkan budget tambahan Rp 200-300 ribu untuk charger original.
  • Bobot agak padat — 197 gram, terasa sedikit berat di saku celana tipis saat traveling.
  • Performa chipset entry-level 5G — cukup untuk navigasi dan media sosial, tapi kurang bertenaga untuk gaming berat.
  • Kamera malam terbatas — hasil foto di kondisi low-light kurang memuaskan.

Kesimpulan: Cocok buat Traveler Kasual, Bukan Power User

Samsung Galaxy A27 5G adalah ponsel mid-range yang andal untuk traveling kasual — layar terang, baterai awet, dan build quality solid. Namun, fast charging 25W dan performa chipset yang standar jadi kompromi utama. Kalau prioritasmu adalah layar outdoor dan baterai tahan lama tanpa perlu ngecas super cepat, Galaxy A27 5G layak dipertimbangkan. Tapi kalau kamu butuh charging kilat atau performa gaming, cek kompetitor di kelas harga yang sama.

Reporter: Alfin Murtado
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top