MANADO — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Sulawesi Utara-Gorontalo (Sulutgo) memastikan penguatan program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) terus dilakukan, khususnya untuk menjangkau wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) di Sulawesi Utara. Pengakuan ini disampaikan langsung oleh Kepala OJK Sulutgo Robert Sianipar di Manado, Kamis.
Robert Sianipar menyebut masih ada tiga kabupaten kepulauan yang belum merasakan program edukasi keuangan secara maksimal. Ketiganya adalah Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, dan Kepulauan Sitaro.
Pelaksanaan edukasi di kategori wilayah 3T menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Faktor geografis berupa hamparan laut dan kondisi cuaca yang berubah-ubah kerap mengganggu mobilitas petugas antar pulau.
"Kami menyadari masih terdapat tiga kabupaten kepulauan, yaitu Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, dan Kepulauan Sitaro yang program Gencarkan belum maksimal," kata Robert Sianipar.
Kondisi ini menjadi perhatian serius OJK. Pasalnya, akses terhadap layanan keuangan formal di daerah kepulauan menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Ke depan, OJK akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan industri jasa keuangan. Pemanfaatan media dan platform digital menjadi salah satu strategi utama agar edukasi keuangan bisa menjangkau seluruh wilayah secara lebih merata.
Pihaknya berharap kegiatan literasi keuangan dapat menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Sulut. Dengan begitu, semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang baik serta mampu memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara bijak.
Sejauh ini, program Gencarkan telah dilaksanakan melalui 115 kegiatan edukasi keuangan dengan jumlah peserta mencapai 90.159 orang. Angka tersebut menunjukkan capaian yang signifikan, namun masih menyisakan pekerjaan rumah di tiga kabupaten kepulauan.
Peningkatan literasi dan inklusi keuangan menjadi fokus utama yang terus didorong di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo. Upaya ini tidak hanya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga memperluas akses terhadap layanan keuangan formal.
OJK bekerja sama dengan jasa keuangan dalam mengedukasi masyarakat. Kegiatan dilakukan secara langsung maupun dengan memanfaatkan berbagai kanal digital agar menjangkau masyarakat secara lebih luas.