Pelindo Pangkalbalam Siapkan Fasilitas Penuh Sambut Pengalihan Rute Kapal Tanjung Ru

Penulis: Vikri Alfandi  •  Jumat, 07 Agustus 2026 | 11:10:31 WIB
Pelindo Pangkalbalam memaksimalkan fasilitas terminal penumpang dan barang untuk menyambut pengalihan rute kapal dari Tanjung Ru.

SULAWESI UTARA — Keputusan memindahkan sementara operasional kapal dari Tanjung Ru ke Pangkalbalam bukan tanpa persiapan. General Manajer Pelindo Regional 2 Pangkalbalam, Achmad Yoga Suryadarma, menegaskan pihaknya telah memaksimalkan seluruh sarana dan prasarana yang ada. "Kita maksimalkan semua fasilitas di terminal penumpang dan barang untuk melayani arus kapal dari Pelabuhan Tanjung Ru ini," ujarnya di Pangkalpinang, Kamis.

Selama ini, rute kapal penumpang dan barang dari Tanjung Ru memang dilayani oleh Pelabuhan Sadai. Namun, dengan adanya kerusakan dermaga di Sadai, kapal-kapal dialihkan ke Pelabuhan Pangkalbalam yang berada di Kota Pangkalpinang. Perpindahan ini otomatis mengubah pola lalu lintas pelayaran di wilayah tersebut.

Koordinasi Lintas Instansi untuk Kelancaran Arus Kapal

Untuk memastikan tidak ada kendala saat hari-H, Pelindo Pangkalbalam telah menggelar rapat koordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Pangkalbalam, para pengguna jasa, dan instansi terkait lainnya. Langkah ini dinilai krusial karena melibatkan banyak pihak, mulai dari agen kapal hingga otoritas pengawas lalu lintas laut.

"Kami sudah melakukan sosialisasi kepada agen-agen kapal dari Pelabuhan Tanjung Ru di Pelabuhan Pangkalbalam ini, agar para agen-agen kapal baru ini tidak kaget, bahwa di Pelabuhan Pangkalbalam ini tidak serta merta kapal berangkat dan datang saja," kata Kepala KSOP Kelas IV Pangkalbalam, Saiful Anwar.

Saiful menambahkan, pengawasan tetap menjadi prioritas utama. Menurutnya, kelancaran arus kapal tidak hanya bergantung pada fasilitas fisik, tetapi juga pada kepatuhan prosedur administrasi dan keselamatan pelayaran yang berlaku di pelabuhan baru tersebut.

Dampak bagi Mobilitas Penumpang dan Logistik

Pengalihan rute ini dipastikan berdampak langsung pada masyarakat pengguna jasa ferry di Belitung dan sekitarnya. Sebelumnya, penumpang dari Tanjung Ru turun di Sadai yang jaraknya lebih dekat secara geografis. Kini, mereka harus menempuh perjalanan lebih panjang menuju Pangkalpinang, ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Meski demikian, Pelindo menjamin kesiapan operasional untuk meminimalisir dampak negatif. "Kita sudah mempersiapkan sarana dan prasarana di Pelabuhan Pangkalbalam ini, agar kedatangan maupun keberangkatan kapal-kapal tujuan Pelabuhan Tanjung Ru ini berjalan dengan lancar," tegas Achmad Yoga Suryadarma.

Dengan dimulainya pengalihan pada 8 Agustus 2026 mendatang, diharapkan tidak ada penumpukan penumpang maupun barang di pelabuhan. Koordinasi yang telah dilakukan sejak dini menjadi kunci agar transisi layanan dari Sadai ke Pangkalbalam berjalan mulus, sekaligus menjaga rantai pasok logistik antar pulau tetap stabil di tengah perbaikan dermaga Sadai yang belum diketahui kapan rampungnya.

Reporter: Vikri Alfandi
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top