SULAWESI UTARA — Kabar ini diumumkan pada Rabu (12/2) dan menandai langkah awal Capital F sebagai salah satu dari sedikit VC dengan kepemimpinan perempuan penuh di industri yang masih didominasi pria. Pendiri Capital F, Margaret Coblentz dan Dawn Dobras, membidik pasar tempat perempuan menjadi penggerak utama permintaan.
Fokus Investasi: Kesehatan, E-commerce, dan AI
Capital F mengelompokkan portofolio investasinya ke dalam tiga kategori utama. Pertama, kesehatan perempuan (women's health) yang selama ini dikenal kurang mendapat pendanaan. Kedua, digital commerce. Ketiga, perkakas AI.
Menurut Coblentz, fokus pada AI menjadi semakin krusial. "Perempuan secara tidak proporsional menjadi korban pelanggaran keamanan dan kepercayaan (trust and safety)," ujar Dobras menambahkan alasan di balik fokus tersebut.
Jaringan Investor Perempuan dan Strategi Pendanaan
Proses penggalangan dana Capital F berbeda dari kebanyakan VC. Mereka menggelar acara "salon" di berbagai kota untuk menjaring calon investor, khususnya mereka yang baru tertarik pada dunia investasi. Hasilnya, hampir 80% dari total investor (Limited Partners/LP) di fund ini adalah perempuan.
Beberapa nama LP yang terlibat antara lain Jenny Ming (CEO Rothy's dan mantan pimpinan Old Navy), Marta Benson (mantan CEO Pottery Barn), serta Linnesa Roberts dari Gingerbread Capital. "Kami menyadari bahwa sering kali perempuan tidak diundang masuk ke ruangan untuk berinvestasi di fund," jelas Dobras.
Strategi unik lainnya, Capital F mewajibkan calon founder untuk berbicara dengan setidaknya dua LP mereka sebelum pendanaan disetujui. Dobras menilai pendekatan ini efektif. "Kami melihat hubungan tersebut berkembang menjadi penasihat, anggota dewan, hingga investasi tambahan. Yang terpenting, banyak sekali perkenalan penjualan (sales introductions)," katanya.
Portofolio Awal dan Target Penyelesaian
Hingga saat ini, Capital F telah menyalurkan dana ke 13 perusahaan rintisan tahap awal (early-stage) dengan nilai cek berkisar antara USD 250.000 hingga USD 1 juta per perusahaan.
Portofolio mereka mencakup Hey Jane (layanan telemedicine), Stardust (platform pelacak siklus menstruasi), Malama (layanan doula untuk pengguna Medicaid), dan Big Sur AI yang telah diakuisisi oleh Google tahun lalu. "Itu adalah surat ke LP yang menyenangkan karena kami belum menutup fund tapi sudah punya exit," ujar Dobras.
Dana kelolaan ini ditargetkan selesai disalurkan seluruhnya pada akhir 2027.
Latar Belakang Pendiri dan Visi Jangka Panjang
Coblentz dan Dobras bukanlah nama baru di industri. Mereka telah bekerja sama selama 30 tahun terakhir. Dobras pernah menjabat sebagai CEO Credo Beauty, perusahaan ritel kecantikan bersih, serta berkarier satu dekade di Gap dan Charlotte Russe. Sementara Coblentz pernah bekerja di Charlotte Russe sebelum mendirikan merek pakaian rajut mewahnya sendiri yang kemudian eksis (exit).
Ide mendirikan VC ini muncul dari pengalaman mereka di jajaran eksekutif puncak. "Jika Anda bertanya 15 tahun lalu apakah saya akan masuk ke dunia venture, saya tidak yakin akan menjawab ya," kenang Coblentz. Mereka berdua memulai sebagai angel investor dan menyadari bahwa "siapa yang menulis cek dan siapa yang memiliki perusahaan itu sangat penting."
Nama "Capital F" sendiri diambil dari kata-kata favorit mereka. "Hal-hal seperti future, fund, fantastic, dan seterusnya," jelas Dobras.