Free Fire ONIC Rekrut Poom dari Thailand, RRQ Kazu Tegaskan Tak Akan Ikut Arus Impor Pemain

Penulis: Wisnu Wardana  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 20:27:01 WIB
ONIC resmi merekrut pemain asal Thailand, Poom, untuk memperkuat skuad Free Fire mereka di FFWS SEA 2026 Fall.

SULAWESI UTARA — Keputusan ONIC memboyong Poom ke skuad kompetitif mereka untuk FFWS SEA 2026 Fall memecah kebekuan di kancah Free Fire Indonesia. Sebagai tim pertama yang berani membuka slot roster untuk pemain asing, langkah ini otomatis menjadi pembahasan hangat di kalangan penggemar dan pelaku industri. Pertanyaan besarnya kini mengarah pada satu hal: apakah ini akan menjadi preseden baru bagi tim-tim lain?

RRQ Kazu menjawabnya dengan tegas. Melalui sang pelatih, Coach Adi, mereka menepis anggapan bahwa kesuksesan ONIC bersama Poom nantinya akan menjadi tolok ukur kebijakan transfer timnya.

Filosofi Regenerasi dan Keyakinan pada Talenta Lokal

Coach Adi menegaskan bahwa hasil yang diraih ONIC, sebaik apa pun, tidak akan mengubah arah kebijakan RRQ Kazu. Ia menekankan bahwa timnya memiliki sistem pembinaan internal yang kuat dan lebih memilih untuk mengembangkan bakat-bakat muda dari dalam negeri.

"Kalau misalkan ONIC bisa juara di season ini dengan pemain asing, ya itu enggak jadi patokan untuk RRQ karena kita belum ada kepikiran untuk impor pemain dari luar negeri," ujarnya. "Karena kita juga ada sistem pembibitan dari RRQ itu sendiri, jadi kita masih percaya regenerasi Indonesia itu ke depannya regenerasi emas lah."

Mengakui Kualitas Poom, tetapi Bukan Menjadi Pemicu

Meski menolak untuk mengikuti jejak ONIC, Coach Adi tidak menutup mata terhadap potensi besar yang dibawa Poom. Ia mengakui bahwa kombinasi pengalaman juara Poom di kancah SEA dengan prestasi ONIC bisa menjadi racikan yang matang.

"Mungkin kalau misalkan ONIC bisa juara di season ini bawa Pum, ya mungkin DNA-nya di SEA kan, karena Pum juga udah pernah juara di SEA, ONIC juga udah pernah juara juga di SEA," jelasnya.

Namun, ia kembali menegaskan sikap timnya. "Tapi untuk jadi percikan untuk tim RRQ ambil impor dari pemain yang lain, mungkin agak sulit ya," tegasnya.

Hambatan Bahasa Jadi Tembok Besar di Game Battle Royale

Alasan utama di balik keengganan RRQ bukan tanpa dasar. Coach Adi menyoroti masalah komunikasi yang menjadi faktor krusial, terutama di game bergenre battle royale seperti Free Fire.

"Karena yang kita tahu di SEA itu kemungkinan yang bisa kita ambil tuh dari Thailand," katanya. Ia menambahkan bahwa kasus Poom adalah pengecualian, merujuk pada penjelasan sosok yang ia sebut "AP". "Dan tadi juga udah dijelasin sama AP bahwa special case untuk One More ini karena dia juga adaptasinya cukup bagus dan juga mau berbicara dengan bahasa Indonesia."

Coach Adi juga menyoroti keterbatasan kemampuan bahasa Inggris pemain Thailand pada umumnya. "Dan ya kita tahu juga Thailand agak sedikit sulit untuk bahasa Inggris-nya. Jadi kendala language barrier itu bisa jadi faktor utama juga," ungkapnya.

Ia menekankan bahwa tuntutan komunikasi di Free Fire sangat intens dan tidak bisa ditawar. Informasi posisi musuh, pergerakan zona, hingga strategi rotasi harus terus mengalir secara real-time. "Ditambah juga kita main battle royale, banyak banget info, banyak banget komunikasi yang tetap harus running walaupun kita lagi posisi defend. Jadi itu jadi kendala serius untuk tim RRQ, kayak gitu," jelasnya.

Kasus Khusus atau Awal Tren Baru?

Dengan sikap RRQ Kazu yang memilih bertahan dengan talenta lokal, pertanyaan tentang masa depan skena Free Fire Indonesia kini mengarah pada performa ONIC. Keberhasilan Poom beradaptasi akan menjadi studi kasus menarik; apakah imigrasi pemain akan menjadi tren atau tetap menjadi kasus khusus yang sulit direplikasi.

Jawabannya kemungkinan besar baru akan terjawab saat FFWS SEA 2026 Fall dimulai. Tekanan panggung regional akan menjadi ujian nyata bagi duet ONIC dan Poom, sekaligus menentukan apakah langkah berani ini akan menjadi katalis perubahan atau sekadar anomali di kompetisi.

Reporter: Wisnu Wardana
Sumber: esports.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top