MANADO — Satu granat tangan yang diduga merupakan barang temuan warga berhasil diamankan dan dimusnahkan oleh Tim Komposit Detasemen Gegana Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Sulawesi Utara. Proses disposal berlangsung di Desa Paputungan, wilayah hukum Polsek Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, Sabtu (15/11).
Dansat Brimob Polda Sulut Kombes Pol Robby M. Samban menegaskan penanganan barang temuan yang diduga granat tangan dilakukan sesuai prosedur. Hal ini untuk memastikan keselamatan masyarakat maupun personel di lapangan.
Tim yang dipimpin Aipda Brayen Tamboto bergerak dari Mako Satbrimob Polda Sulut sekitar pukul 15.31 Wita. Personel tiba di wilayah hukum Polsek Likupang sekitar pukul 16.30 Wita dan langsung berkoordinasi dengan satuan kewilayahan.
Setelah melakukan pengamanan terhadap barang temuan, tim menyiapkan proses disposal. Peledakan granat tangan tersebut dilaksanakan pukul 16.40 Wita di Desa Paputungan dan selesai sekitar pukul 18.30 Wita.
"Kami mengutamakan keselamatan masyarakat serta memastikan proses penanganan dan disposal dilakukan sesuai prosedur," ujar Kombes Pol Robby M. Samban.
Setiap temuan benda yang diduga sebagai bahan peledak atau granat harus ditangani oleh personel yang memiliki kemampuan dan peralatan khusus. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat tidak menyentuh, memindahkan, ataupun melakukan tindakan sendiri apabila menemukan benda mencurigakan.
"Kami mengajak masyarakat segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan benda mencurigakan. Jangan disentuh atau dipindahkan, karena dapat membahayakan keselamatan," tambahnya.
Setelah proses disposal selesai, Tim Komposit Den Gegana melakukan pengecekan personel dan peralatan. Pemeriksaan ini menjadi prosedur standar untuk memastikan seluruh anggota dalam kondisi aman sebelum kembali ke Mako Satbrimob Polda Sulut.
Penemuan granat tangan di wilayah Minahasa Utara ini menjadi pengingat bagi warga untuk selalu waspada terhadap benda-benda asing yang berpotensi membahayakan. Koordinasi cepat antara masyarakat dan aparat menjadi kunci utama dalam penanganan temuan semacam ini.