SULAWESI UTARA — Tim Cook memasuki pekan-pekan terakhirnya sebagai CEO Apple. Kursi kepemimpinan tertinggi perusahaan akan diserahkan kepada John Ternus, yang sebelumnya menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO). Momen transisi ini terjadi di tengah ekspansi manufaktur Apple di Amerika Serikat, ditandai dengan peresmian Advanced Manufacturing Center di Houston pekan ini.
Dalam wawancara eksklusif dengan jurnalis CBS News, Jo Ling Kent, Cook sempat ditanya soal warisan kepemimpinannya selama lebih dari satu dekade. Pertanyaan itu muncul saat peresmian fasilitas baru di Houston, Texas.
"Anda bertanya soal warisan, dan itu pertanyaan yang bagus. Namun menurut saya, warisan itu didefinisikan oleh orang lain, bukan diri sendiri," ujar Cook.
"Saya berharap orang-orang menilai saya sebagai pria yang baik dan layak. Jika pada akhirnya mereka menilai demikian, saya merasa telah mencapai sesuatu," tambahnya.
Di tengah perayaan transisi kepemimpinan, Apple juga tengah menghadapi tekanan biaya produksi yang signifikan. Sabih Khan, COO Apple yang baru, angkat bicara mengenai kenaikan harga yang terjadi pada lini iPhone, iPad, Mac, dan produk lainnya.
Khan menjelaskan bahwa lonjakan harga komponen memori menjadi biang keladi utama. "Ada komponen, yaitu memori, yang harganya naik pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam waktu yang sangat singkat. Kami tidak kebal terhadap hal itu," jelas Khan dalam wawancara yang sama.
Pernyataan ini menjadi penjelasan resmi pertama dari jajaran eksekutif Apple mengenai tren kenaikan harga perangkat mereka di berbagai pasar global, termasuk Indonesia.
Kenaikan harga memori (RAM dan storage) memang telah menjadi isu industri sepanjang tahun ini. Bagi konsumen, kondisi ini berarti harga perangkat baru Apple berpotensi terus merangkak naik, atau setidaknya tidak mengalami penurunan signifikan dalam waktu dekat.
Meski demikian, Khan menyatakan bahwa Apple sedang berupaya mencari solusi bersama rantai pasok mereka. "Kami sedang bekerja sama dengan rantai pasokan untuk mencari jalan keluar dari situasi ini," tegasnya.
Belum ada kepastian apakah kenaikan harga ini akan berlangsung permanen atau hanya sementara hingga harga komponen memori kembali normal.
Tim Cook memulai kariernya di Apple pada tahun 1998 dan dipercaya menjadi CEO pada tahun 2011, menggantikan Steve Jobs. Di bawah kepemimpinannya, Apple mencapai valuasi pasar lebih dari 3 triliun dolar AS dan meluncurkan produk-produk seperti Apple Watch dan AirPods.
Kini, estafet kepemimpinan jatuh ke tangan John Ternus yang dikenal sebagai sosok teknokrat di balik pengembangan chip silikon Apple. Ternus akan menghadapi tantangan besar, mulai dari menjaga inovasi produk hingga mengelola tekanan biaya produksi yang sedang melanda industri.
Bagi pengguna setia Apple di Indonesia, transisi ini patut dipantau karena arah kebijakan harga dan strategi produk baru akan sangat menentukan daya beli di pasar lokal.