Pencarian

Hyundai EREV 2027: Range 1.000 Km, SUV Listrik Tanpa Anxiety

Rabu, 26 Agustus 2026 • 14:46:32 WIB
Hyundai EREV 2027: Range 1.000 Km, SUV Listrik Tanpa Anxiety
Hyundai memperkenalkan teknologi EREV untuk model Santa Fe dan Genesis GV70 pada acara 2026 CEO Investor Day di Seoul.

SULAWESI UTARA — Hyundai Motor Group akhirnya membeberkan peta jalan elektrifikasi jangka menengahnya pada acara 2026 CEO Investor Day di Seoul, Korea Selatan. Di luar mobil listrik murni, pabrikan asal Korea ini menyiapkan lini powertrain EREV (Extended Range Electric Vehicle) yang akan hadir di dua merek sekaligus, Hyundai dan Genesis, mulai paruh pertama 2027.

Konsep EREV sebenarnya sederhana: mobil ini memakai baterai lebih kecil dari EV murni, tapi diselamatkan mesin bensin yang berfungsi sebagai generator untuk mengisi baterai saat dayanya menipis. Hasilnya, pengguna dapat merasakan akselerasi ala mobil listrik tanpa harus cemas mencari charger di tengah perjalanan jauh.

Santa Fe EREV: Target Pasar Amerika, Dirakit di Alabama

Model pertama yang akan mendapat teknologi ini adalah Hyundai Santa Fe. Varian EREV dari SUV tiga baris ini disebut bakal dibekali dua motor listrik yang menggerakkan poros depan dan belakang, menghasilkan penggerak semua roda (AWD) standar. Klaim jarak tempuh gabungannya tembus lebih dari 600 mil, atau sekitar 965 km — angka yang sangat jauh dari jangkauan EV kebanyakan.

Menariknya, Santa Fe EREV akan diproduksi di Amerika Serikat, kemungkinan besar di jalur perakitan Alabama yang sama dengan versi bensin dan hybrid konvensionalnya. Ini langkah strategis mengingat pasar SUV keluarga di AS sangat bergantung pada model tiga baris, dan regulasi lokal mulai memberi insentif untuk kendaraan rendah emisi yang dirakit di dalam negeri.

Genesis GV70 EREV: Jarak Tempuh Lebih Jauh 40 Km

Genesis tidak mau ketinggalan. Setelah mengumumkan GV80 Hybrid pekan lalu, merek premium ini akan menyusul dengan versi EREV dari GV70. Jarak tempuh gabungannya diklaim sedikit lebih panjang, mencapai 640 mil atau sekitar 1.030 km. Belum jelas apakah GV70 EREV berbagi powertrain yang sama persis dengan Santa Fe atau ada penyesuaian untuk karakter premium.

Perbedaan mencolok ada di lokasi produksi. GV70 saat ini dirakit di Ulsan, Korea Selatan, dan belum ada indikasi akan dipindahkan ke pabrik AS. Ini bisa berdampak pada harga jual di pasar Amerika jika kebijakan tarif kendaraan impor kembali diperketat.

EREV Bukan Sekadar Hyundai: Persaingan Semakin Ramai

Hyundai bukan satu-satunya yang melihat EREV sebagai jembatan menuju elektrifikasi penuh. Stellantis sedang mengembangkan powertrain serupa untuk Jeep Grand Wagoneer dan Ram 1500 REV. Ford dikabarkan tengah menggarap EREV pickup untuk menggantikan F-150 Lightning yang dihentikan. Scout, merek pemula yang dihidupkan kembali, juga menjadikan EREV sebagai opsi di SUV Traveler dan pikap Terra.

Artinya, dalam dua hingga tiga tahun ke depan, konsumen akan punya banyak pilihan kendaraan yang terasa seperti EV tapi tetap punya mesin bensin sebagai cadangan. Pertanyaannya sekarang: apakah pasar Indonesia akan kebagian? Hyundai Indonesia belum memberi sinyal, tapi melihat tren SUV hybrid yang laris di sini, bukan tidak mungkin EREV masuk dalam jangka menengah.

Hybrid Konvensional Tetap Andalan, Kapasitas Produksi Naik 500 Ribu Unit

EREV bukan berarti Hyundai meninggalkan hybrid klasik. Perusahaan berencana meluncurkan lebih dari sepuluh model hybrid baru hingga 2030, dan menargetkan separuh penjualan di Amerika Utara pada tahun tersebut berasal dari powertrain hybrid. Kapasitas produksi pabrik-pabrik Hyundai di kawasan itu juga akan dinaikkan tambahan 500.000 unit per tahun.

Di luar elektrifikasi, Hyundai juga menyiapkan ekspansi ke segmen yang selama ini kosong: pikap dan SUV body-on-frame untuk merek Hyundai. Platform baru ini sempat dipratinjau lewat konsep Boulder di New York Auto Show tahun ini. Genesis pun hampir pasti akan mendapatkan versi off-road mewahnya sendiri, meski detailnya belum diungkap.

Satu hal yang perlu diperhatikan: Kia tidak dibahas dalam presentasi ini karena diperlakukan sebagai entitas terpisah. Namun, mengingat berbagi platform dan teknologi dengan Hyundai, sangat masuk akal jika EREV dan SUV body-on-frame juga akan sampai ke lini Kia dalam beberapa tahun ke depan.

Yang perlu dicermati dari strategi ini adalah posisi EREV yang agak ambigu. Ia lebih efisien dari hybrid biasa di penggunaan perkotaan karena lebih sering berjalan murni listrik, tapi tetap membawa mesin bensin yang menambah bobot dan biaya perawatan. Untuk konsumen yang sudah punya akses charger di rumah, EV murni tetap lebih murah per kilometer. EREV baru terasa relevan bagi mereka yang rutin menempuh perjalanan antar kota atau tinggal di daerah dengan infrastruktur charging yang masih jarang.

Follow halomanado.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: caranddriver.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks