CIMB Niaga Catat Lebih dari 90 Persen Transaksi Lewat Kanal Digital, Kredit Tumbuh 6,6 Persen

Penulis: Vikri Alfandi  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 22:45:31 WIB
Nasabah mengakses layanan perbankan digital melalui aplikasi OCTO di salah satu kantor cabang CIMB Niaga.

SULAWESI UTARA — PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem perbankan digital setelah mencatatkan adopsi layanan yang melampaui 90 persen dari total transaksi nasabah. Kanal digital yang dimaksud mencakup aplikasi dan website OCTO, OCTOBIZ, jaringan ATM, hingga OCTO Pay sebagai layanan uang elektronik.

Digitalisasi yang berjalan agresif tersebut berkontribusi langsung terhadap kinerja keuangan perseroan pada paruh pertama tahun ini. Berdasarkan laporan yang dikutip Senin (17/6/2026), total kredit dan pembiayaan CIMB Niaga tumbuh 6,6 persen secara tahunan menjadi Rp247,2 triliun.

Di sisi pendanaan, posisi current account and savings account (CASA) juga mengalami peningkatan 6,9 persen menjadi Rp193,1 triliun. Pertumbuhan dana murah ini menjadi indikator penting bagi perbankan untuk menekan biaya dana (cost of fund) di tengah tekanan likuiditas.

Strategi Integrasi Kanal Fisik dan Digital

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, CIMB Niaga tidak hanya mengandalkan aplikasi mobile. Perseroan mengintegrasikan layanan fisik dengan teknologi melalui konsep Digital Branch dan Digital Hub. Konsep ini memungkinkan nasabah menyelesaikan berbagai kebutuhan, seperti pembukaan rekening, pencetakan kartu debit, hingga pembaruan Customer Information File (CIF), dalam waktu lima menit.

Hingga 30 Juni 2026, perseroan telah mengoperasikan 38 digital branch dan 28 digital hub yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini menjadi jembatan bagi nasabah yang masih membutuhkan layanan tatap muka namun tetap menginginkan kecepatan proses ala perbankan digital.

Peran OCTO sebagai Pusat Ekosistem

Pusat dari ekosistem digital CIMB Niaga adalah platform OCTO yang dirancang untuk mengelola kebutuhan finansial dalam satu genggaman. Aplikasi ini menyediakan layanan komprehensif, mulai dari transfer BI-FAST, pembayaran QRIS domestik dan lintas negara, hingga pengisian saldo e-wallet.

Fitur pembayaran tagihan juga menjadi salah satu andalan, mencakup utilitas seperti listrik dan air, pendidikan, telekomunikasi, asuransi, hingga layanan pemerintah. Terbaru, OCTO juga memperkenalkan dukungan transaksi QRIS di Korea Selatan, memperluas jangkauan layanan bagi nasabah yang bepergian ke luar negeri.

“Kami bersyukur dapat meraih kinerja yang stabil pada semester pertama 2026, didukung pertumbuhan pada kredit dan pembiayaan serta dana murah (CASA) yang berkelanjutan, serta implementasi strategi yang disiplin,” ujar Lani dalam keterangan tertulisnya.

Dampak bagi Industri dan Nasabah

Pencapaian CIMB Niaga ini menegaskan bahwa transformasi digital di sektor perbankan Indonesia bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan operasional. Dengan lebih dari 90 persen transaksi berpindah ke kanal digital, efisiensi biaya operasional menjadi lebih terjaga, yang pada akhirnya dapat berdampak pada harga layanan bagi nasabah.

Bagi investor, pertumbuhan kredit double digit di tengah kondisi suku bunga yang masih tinggi menunjukkan daya tahan bisnis perseroan. Sementara bagi nasabah, integrasi antara layanan digital dan fisik memberikan fleksibilitas dalam bertransaksi tanpa mengorbankan kecepatan dan keamanan.

Reporter: Vikri Alfandi
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top