KOTAMOBAGU — Puluhan calon perajin mengikuti pelatihan anyaman eceng gondok yang digelar Dekranasda Kota Kotamobagu untuk memperkuat sektor industri kecil. Pelatihan yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja ini berfokus pada pemanfaatan tanaman air menjadi produk bernilai jual.
Rindah Gaib Mokoginta dalam sambutannya mengapresiasi instansi penyelenggara atas inisiatif menghadirkan program peningkatan kapasitas masyarakat ini. Menurutnya, keterampilan menganyam bukan sekadar aktivitas ekonomi, tetapi juga sarana mengasah kreativitas yang berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga.
Rindah meminta para peserta memanfaatkan momen ini semaksimal mungkin dengan menggali ilmu dari narasumber. “Saya berharap peserta dapat belajar, bertanya, dan berdiskusi sebanyak mungkin dengan narasumber,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterampilan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan tidak berhenti di ruang aula. Kemampuan menganyam eceng gondok harus diterapkan dalam usaha sehari-hari sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kotamobagu.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber yang berkontribusi dalam mentransfer ilmu kepada peserta. Rindah menyampaikan penghargaan khusus kepada para pengajar atas kesediaannya berbagi pengalaman dan teknik menganyam.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Dekranasda Kotamobagu, Resty Somba, serta Asisten II Pemkot Kotamobagu, Noval Manoppo. Kehadiran pejabat daerah ini menandakan dukungan penuh pemerintah kota terhadap pengembangan ekonomi produktif berbasis kerajinan lokal.
Eceng gondok yang kerap dianggap tanaman pengganggu di perairan kini disulap menjadi bahan baku anyaman bernilai ekonomi. Pelatihan ini menjadi jembatan bagi warga untuk mengubah potensi alam menjadi produk yang bisa dipasarkan.
Dekranasda Kotamobagu menargetkan pelatihan ini mampu menjadi penggerak ekonomi produktif yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat. Dengan bekal keterampilan yang diberikan, para peserta diharapkan dapat membuka peluang usaha baru yang berkelanjutan di Kota Kotamobagu.