SULAWESI UTARA — Kabar bahagia menyelimuti Dikta, mantan vokalis Yovie & Nuno. Pria yang juga dikenal sebagai aktor ini telah resmi mempersunting Rachel Florencia, kekasihnya, dalam sebuah prosesi akad nikah yang berlangsung khidmat. Momen sakral tersebut terjadi pada Minggu (16/8) sore hari, tepatnya sekitar pukul 16.00 WIB setelah ibadah ashar, di sebuah rumah makan di kawasan Bintaro.
Kepastian pernikahan ini terungkap melalui pernyataan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Basirun. Ia membenarkan bahwa dokumen pernikahan pasangan selebritas tersebut telah terdaftar secara sah di instansinya. "Kebetulan yang memang sudah terdaftar dan sudah dilaksanakan di tanggal 16 Agustus 2026," kata Basirun, Selasa (18/8).
Basirun juga membeberkan detail waktu pelaksanaan akad nikah. "Jam 4 (sore)," ujarnya saat mengonfirmasi jalannya prosesi ijab kabul yang berlangsung setelah shalat ashar.
Menariknya, proses administrasi pernikahan Dikta dan Rachel ternyata sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Basirun mengungkapkan bahwa kelengkapan berkas telah diurus ke KUA Pesanggrahan sejak pekan pertama Juli 2026, tepatnya pada 9 Juli. Namun, ia menduga pengurusan tersebut tidak dilakukan secara mandiri oleh kedua mempelai.
"Kemungkinan itu kayaknya bukan yang bersangkutan, itu mungkin WO-nya," ujar Basirun menambahkan, mengindikasikan bahwa urusan administrasi diserahkan sepenuhnya kepada tim wedding organizer (WO) atau penyelenggara acara.
Pernikahan ini tentu menjadi kejutan besar bagi para penggemar. Selama dua tahun terakhir, hubungan asmara Dikta dan Rachel terbilang sangat privat dan jarang terekspos oleh media. Sinyal akan adanya pernikahan baru mengemuka beberapa hari sebelum hari-H, ketika keduanya membagikan momen kebersamaan saat berboncengan sepeda motor di media sosial. Momen sederhana itu ternyata menjadi petunjuk awal akan kebahagiaan yang mereka rahasiakan.
Kebahagiaan Dikta dan Rachel menjadi kabar manis di tengah industri hiburan Tanah Air. Pasangan ini memilih untuk merayakan momen sakral mereka secara intim, jauh dari hiruk-pikuk pemberitaan, menunjukkan bahwa privasi tetap menjadi prioritas di tengah kehidupan publik yang mereka jalani.