Harga Sawit Riau Anjlok Lagi, Pekebun Terima Rp3.834 per Kg

Penulis: Zainul Arifin  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:27:01 WIB
Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Riau turun menjadi Rp3.834 per kilogram pada pekan ketiga Agustus 2026.

SULAWESI UTARA — Penurunan ini dipicu oleh koreksi harga jual Crude Palm Oil (CPO) dan inti sawit (kernel) di pasar. Berdasarkan rapat Tim Penetapan Harga TBS Dinas Perkebunan Provinsi Riau yang digelar Rabu (19/8/2026), harga CPO yang menjadi acuan turun Rp76,78 per kilogram. Jauh lebih dalam, harga kernel juga anjlok Rp1.298,20 per kilogram.

Kepala Disbun Riau: Biang Kerok Pelemahan Ada di Harga CPO dan Kernel

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Dr. Defris Hatmaja, yang memimpin langsung rapat tersebut menyebutkan pelemahan harga TBS pekan ini hampir sepenuhnya disebabkan faktor eksternal. "Penurunan harga minggu ini lebih disebabkan karena faktor turunnya harga CPO dan kernel," ujar Defris.

Dalam perhitungan periode ini, tim menggunakan indeks K sebesar 93,34 persen dengan faktor BOTL 0,77 persen. Harga cangkang ditetapkan Rp24,76 per kilogram. Sebagai dasar perhitungan, harga CPO berada di level Rp15.658,99 per kilogram, sementara harga kernel ditetapkan Rp13.145,12 per kilogram.

Bagaimana Jika Pabrik Tak Melakukan Transaksi?

Defris menjelaskan, tidak semua pabrik kelapa sawit (PKS) di Riau melakukan transaksi penjualan pada periode tersebut. Kondisi ini memengaruhi mekanisme validasi data harga.

"Apabila tidak terdapat transaksi penjualan, harga CPO dan kernel yang digunakan mengacu pada harga rata-rata tim. Apabila masuk validasi kedua, maka digunakan harga rata-rata KPBN," jelasnya.

Sebagai pembanding, rata-rata harga CPO KPBN pada periode ini tercatat Rp15.689,50 per kilogram. Sementara rata-rata harga kernel KPBN berada di angka Rp13.075 per kilogram.

Dengan penetapan terbaru ini, harga TBS sawit Riau kembali mengalami koreksi pada pekan ketiga Agustus. Pekebun diharapkan mencermati fluktuasi harga CPO dan kernel yang masih menjadi penentu utama pendapatan mereka di tingkat kebun.

Reporter: Zainul Arifin
Sumber: iniriau.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top