KOTAMOBAGU — Pemerhati sosial Bolmong Raya, Nasir Ganggai, mendesak adanya pembahasan bersama terkait tagihan biaya administrasi yang membebani keluarga korban insiden Drag Race di Kelurahan Upai. Korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado.
Nasir menilai persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Ia meminta penyelenggara kegiatan, pemerintah, dan pihak rumah sakit duduk bersama mencari solusi tanpa saling melempar tanggung jawab.
“Kiranya persoalan yang berkembang saat ini soal tagihan biaya administrasi di RS Kandou agar kemudian bisa duduk dan dibicarakan oleh semua pihak yang berkompeten dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan event kegiatan tersebut,” ujar Nasir, Selasa (25/08/2026).
Menurut Nasir, keluarga korban kini menanggung beban ganda. Di satu sisi mereka fokus mendampingi proses pemulihan, di sisi lain muncul tagihan administrasi yang belum jelas mekanisme penyelesaiannya.
“Sudah saatnya berpikir bersama. Ini soal tanggung jawab kemanusiaan yang harus dipikul secara bersama-sama,” tegasnya.
Nasir berharap insiden ini menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara dan pemerintah daerah. Aspek keselamatan peserta dan penonton harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan serupa ke depan.
“Keselamatan harus menjadi perhatian utama. Jangan sampai persoalan seperti ini kembali terjadi dan justru keluarga korban yang harus menanggung beban,” pungkasnya.
Ia juga mendorong komunikasi intensif antara keluarga korban, penyelenggara, dan pemerintah agar solusi terbaik segera ditemukan tanpa memperpanjang penderitaan keluarga yang sedang berjuang memulihkan kondisi korban.