KOTAMOBAGU — Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Kotamobagu menyasar SMA Negeri 1 Kotamobagu, SMA Kristen Kotamobagu, dan SMK Negeri 1 Kotamobagu dalam patroli rutin yang digelar Rabu (26/8/2026). Sebelum bertugas, personel menerima arahan dari pimpinan pada pukul 10.30 WITA.
Kasat Reskrim Polres Kotamobagu IPTU Ahmad Waafi menegaskan bahwa kehadiran polisi di sekolah bukan sekadar pengawasan. Pihaknya meminta personel mengedepankan pendekatan humanis namun tetap tegas terhadap potensi gangguan.
"Langkah pencegahan harus kita kedepankan. Personel tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan, tetapi harus mampu membaca potensi gangguan sejak dini," ujar Waafi didampingi Kanit URC AIPTU Miky Rori.
Dalam patroli tersebut, petugas berdialog langsung dengan para siswa. Mereka diimbau agar tidak mudah terpancing ajakan atau informasi yang bisa memicu perkelahian.
"Anak-anak sekolah adalah generasi penerus. Kami mengajak mereka menyelesaikan setiap persoalan dengan cara yang baik," tambah Waafi.
Komunikasi dengan pihak sekolah juga dibangun sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.
Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik melalui Kasat Reskrim menekankan bahwa keamanan pelajar adalah tanggung jawab bersama. Patroli berkala akan terus dilakukan, khususnya pada jam dan lokasi yang dinilai rawan.
"Kami ingin memastikan lingkungan sekolah tetap menjadi tempat yang aman bagi para siswa untuk belajar dan berkembang," tegas Waafi.
Masyarakat diminta turut mengawasi aktivitas anak-anak di luar jam sekolah. Informasi mengenai potensi tawuran atau gangguan keamanan dapat segera dilaporkan ke kepolisian.
"Pencegahan bukan hanya tugas kepolisian. Dibutuhkan kepedulian semua pihak," pungkasnya.