SULAWESI UTARA — Tekanan inflasi kembali menghantam daya beli masyarakat jelang akhir pekan. Berdasarkan pantauan PIHPS, hampir seluruh kategori pangan strategis mengalami kenaikan harga, dengan cabai rawit merah menjadi komoditas termahal di angka Rp82.750 per kg atau naik 18,3 persen dari perdagangan sebelumnya.
Kenaikan harga cabai tidak merata di semua varian. Cabai merah keriting memimpin dengan apresiasi 24,95 persen, disusul cabai rawit merah yang naik 18,3 persen. Namun, cabai rawit hijau justru turun signifikan 11,92 persen ke level Rp50.250 per kg.
Pada kelompok bumbu dapur, bawang merah naik 18,28 persen menjadi Rp45.950 per kg. Bawang putih menyusul dengan kenaikan 13,57 persen ke posisi Rp45.600 per kg. Adapun cabai merah besar tercatat Rp51.700 per kg setelah naik 4,97 persen.
Kenaikan yang terjadi pada seluruh jenis beras dalam data PIHPS menjadi sinyal yang patut diwaspadai. Beras kualitas bawah I naik 13,51 persen menjadi Rp16.800 per kg, sementara beras kualitas bawah II naik 7,51 persen menjadi Rp15.750 per kg.
Kenaikan ini terjadi di tengah masa tanam yang belum optimal di sejumlah sentra produksi. Fluktuasi cuaca dan gangguan distribusi kerap menjadi pemicu utama gejolak harga pangan pada periode Agustus-September, sebagaimana pola yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Kenaikan harga pangan yang mencapai dua digit dalam sehari berpotensi mendorong inflasi bulanan lebih tinggi dari perkiraan awal. Rumah tangga berpenghasilan menengah ke bawah menjadi kelompok paling rentan karena porsi belanja makanan mereka lebih besar dari total pengeluaran.
Badan Pangan Nasional dan Kementerian Perdagangan biasanya merespons lonjakan harga dengan menggelar operasi pasar murah serta memangkas rantai distribusi. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari kedua lembaga tersebut mengenai langkah intervensi spesifik untuk menekan harga di tingkat konsumen.
Data PIHPS yang dirilis setiap hari kerja ini menjadi acuan utama pemerintah dalam menentukan kebijakan stabilisasi pasokan dan harga pangan nasional.