SULAWESI UTARA — Kasus penipuan bermodus QRIS palsu yang menimpa calon pembeli mobil listrik Chery Q bukan insiden tunggal. Oknum sales yang bersangkutan memakai QRIS atas nama dealer tempatnya bekerja, tetapi dana yang masuk mengalir ke rekening pribadinya.
Kerugian korban menembus puluhan juta rupiah karena transfer dilakukan berkali-kali, bukan sekali dua kali. Korban baru menyadari uangnya masuk ke rekening palsu setelah transaksi berjalan jauh.
Modusnya terbilang rapi. Pelaku membuat QRIS yang menampilkan nama dealer Chery resmi, sehingga calon konsumen tidak curiga saat memindai kode tersebut untuk pembayaran DP.
Uang yang seharusnya masuk ke rekening perusahaan justru berpindah ke rekening pribadi oknum sales. Korban terus mengirim dana tanpa sadar hingga totalnya mencapai puluhan juta rupiah.
Budi Darmawan Jantania, Vice Director Chery Business Unit, menyebut modus serupa sedang marak terjadi di industri otomotif.
"Kasus-kasus seperti ini sedang marak (terjadi) banget. Jadi dia bikin QRIS palsu dengan pakai nama dealer (Chery) tempat dia bekerja, tapi sebenarnya itu masuk ke rekening pribadi," ujar Budi di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Chery Indonesia meminta calon konsumen lebih teliti saat melakukan pembayaran, terutama untuk transaksi jarak jauh atau pembelian online. Poin paling krusial adalah memastikan nomor rekening dan alamat penerima sesuai dengan data dealer resmi.
"Kalau belinya secara offline, ya tentu datang ke dealer, melakukan transaksi transfer ataupun payment dan nanti akan diberikan kuitansi official," kata Budi.
Untuk pembelian online, konsumen disarankan melakukan crosscheck ke call center dealer terkait sebelum mengirim uang muka.
"Terus kalau belinya online, pastikan nomor rekening dan alamat penerima rekening itu adalah alamat official. Gimana caranya? Bisa crosscheck ke call center kami," ujar Budi.
Chery Sales Indonesia langsung merespons kasus ini dengan melaporkan oknum sales tersebut ke pihak berwajib. Perusahaan juga mendampingi korban dalam proses hukum.
"Lagi dibantu untuk ngurus ke kepolisian. Karena ini kan tuntutannya ke case penipuan. Nanti kita akan rilis official statement-nya," ungkap Budi.
Selain jalur hukum, Chery mengeluarkan notifikasi peringatan ke seluruh dealer, situs web resmi, dan kanal digital perusahaan. Langkah ini untuk mencegah korban berikutnya selama proses investigasi berjalan.
"Yang kami sayangkan transaksi ini nggak sekali, tetapi berkali-kali. Jadi kita sudah reach ke kustomer untuk pendampingan ke pihak berwajib. Kita juga langsung keluarkan notifikasi (warning) di semua dealer, website, sama official Chery website," tukas Budi.
Kasus ini menyoroti celah yang sering diabaikan pembeli: verifikasi rekening penerima saat transfer DP. Beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan:
Bagi konsumen yang sudah terlanjur transfer ke rekening tidak resmi, segera laporkan ke dealer dan pihak berwajib. Pendampingan hukum dari perusahaan menjadi kunci untuk mengejar dana yang hilang.