BOLTARA — Wakil Bupati Moh. Aditya Pontoh mendampingi langsung prosesi pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin Sirajudin. Agenda tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Boltara Ening Sutrisni Lasena Adam, sejumlah anggota DPRD, staf ahli bupati, asisten Sekda, pimpinan OPD, para camat, serta sangadi.
Komposisi pejabat yang dilantik terbagi dalam tiga kategori. Lima orang menempati posisi Administrator, 12 orang sebagai Pengawas, dan 71 sisanya masuk jalur fungsional.
Dalam arahannya, Sirajudin menegaskan bahwa jabatan tidak seharusnya dipandang hanya sebagai pencapaian dalam perjalanan karier. Ia meminta setiap pejabat membuktikan amanah tersebut melalui kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.
"Jabatan yang saudara emban bukan semata-mata penghargaan, tetapi merupakan amanah dan tanggung jawab besar yang harus dijawab dengan kerja nyata," kata Sirajudin.
Menurutnya, tuntutan masyarakat terhadap tata kelola pemerintahan yang akuntabel terus meningkat. Karena itu, ia meminta para pejabat memperkuat koordinasi dan kolaborasi antarlembaga agar pelaksanaan pemerintahan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Sirajudin menyoroti potensi mispersepsi dalam pelayanan, perencanaan, maupun pelaksanaan program. Ia meminta aparatur menempatkan kepentingan masyarakat sebagai bagian utama dalam pelaksanaan tugas.
"Tuntutan masyarakat terhadap akuntabilitas publik semakin tinggi. Saya minta hindari mispersepsi dalam pelayanan, perencanaan maupun pelaksanaan," tegasnya.
Pelayanan yang cepat, terbuka, dan berkeadilan menjadi standar yang ditekankan kepada seluruh pejabat yang baru dilantik.
"Berikan pelayanan terbaik untuk masyarakat yang cepat, transparan, dan berkeadilan," ujarnya.
Selain pelayanan publik, integritas aparatur turut menjadi perhatian Bupati. Para pejabat diminta menjalankan tugas dengan loyalitas dan dedikasi tinggi.
"Jabatan adalah kepercayaan. Bekerja dengan integritas, loyalitas, dan dedikasi tinggi. Selamat bekerja, semoga amanah dalam menjalankan tugas," kata Sirajudin.
Di akhir sambutannya, Sirajudin mengingatkan para pejabat agar tetap menjaga hubungan dengan keluarga. Dukungan keluarga dinilai menjadi salah satu bagian penting dalam menunjang pelaksanaan tugas pemerintahan.
"Jaga hubungan baik dengan keluarga, minta doa dan dukungan dari keluarga. Karena tanpa dukungan keluarga, kita tidak akan bisa bekerja maksimal," tutupnya.