BOLTIM — Bupati Bolaang Mongondow Timur membuka secara resmi Bimbingan Teknis Panitia Pemilihan Sangadi Tahun 2026 di aula lantai III kantor bupati. Kegiatan itu menyasar seluruh panitia yang akan bertugas pada tahapan Pilsang serentak, dari persiapan hingga penyelesaian tugas kepanitiaan.
Dalam sambutannya, bupati menempatkan bimtek sebagai bekal awal agar penyelenggaraan Pilsang berjalan tertib, profesional, dan transparan sesuai peraturan perundang-undangan. Kualitas pemilihan, menurutnya, ditentukan oleh cara setiap tahapan direncanakan dan setiap aturan dipahami panitia.
Bupati menegaskan panitia pemilihan berada di garis depan penentu kualitas Pilsang. Karena itu, seluruh anggota panitia diinstruksikan bekerja profesional, proporsional, netral, jujur, adil, dan berintegritas.
"Laksanakan tugas berdasarkan aturan dan kewenangan yang telah ditetapkan. Berikan pelayanan yang sama kepada setiap bakal calon, jaga objektivitas dalam pemeriksaan persyaratan, dan pastikan setiap keputusan memiliki dasar yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan," tegas bupati.
Ia juga meminta panitia tidak memberikan janji kepada pihak tertentu dan tidak menyebarkan informasi yang menguntungkan salah satu calon. Tindakan yang menimbulkan kesan keberpihakan, kata bupati, harus dihindari sejak tahap persiapan.
Salah satu poin yang ditekankan bupati adalah mengakhiri dikotomi politik yang mungkin masih terbawa dari pelaksanaan Pilkada sebelumnya. Ia tidak ingin stigma negatif berkembang di masyarakat soal panitia yang diduga menghambat bakal calon tertentu.
"Saya tidak ingin lagi mendengar adanya stigma negatif di tengah masyarakat bahwa panitia akan menggugurkan atau menghambat bakal calon Sangadi hanya karena dianggap tidak sejalan dengan saya dan Wakil Bupati. Saya tegaskan, tidak boleh ada diskriminasi politik dalam pelaksanaan Pemilihan Sangadi Serentak Tahun 2026," tegasnya.
Peringatan itu menyangkut pemeriksaan persyaratan bakal calon, tahapan pencalonan, hingga pemungutan suara. Bupati meminta setiap keputusan panitia punya dasar aturan yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan jika dipersoalkan.
Bupati mengingatkan agar informasi yang tidak benar tidak dibiarkan berkembang tanpa penjelasan. Menurutnya, hal itu bisa menimbulkan kecurigaan dan memperkeruh suasana di tengah masyarakat.
Ia menutup arahan dengan ajakan menjaga Pilsang Serentak 2026 di Boltim berlangsung aman, tertib, damai, dan bermartabat. Setelah pemilihan selesai, seluruh masyarakat diminta tetap bersatu dan sangadi terpilih diharapkan merangkul semua elemen masyarakat.
"Setelah pemilihan selesai, seluruh masyarakat harus tetap bersatu. Sangadi yang terpilih nantinya harus mampu merangkul seluruh elemen masyarakat dan menjalankan pemerintahan untuk kepentingan bersama," pungkas bupati.