MANADO — Sekretaris DPRD Provinsi Sulawesi Utara Welliam Niklas Silangen memaparkan Siap Sulut sebagai sistem yang menampung aspirasi, saran, dan pengaduan masyarakat dalam satu alur pengelolaan. Presentasi berlangsung di hadapan Gubernur Sulut Yulius Selvanus, Wakil Gubernur Johanis Victor Mailangkay, serta jajaran anggota dewan dan Sekretaris Daerah Tahlis Gallang.
Platform mengusung pesan "Suara Anda, Membangun Sulut". Seluruh proses kerja aplikasi dirancang terhubung, dari penerimaan hingga pelaporan hasil.
Silangen menyebut sistem dirancang untuk menyatukan seluruh tahapan pengelolaan aspirasi dalam satu jalur.
"Sistem ini dirancang untuk mengintegrasikan seluruh tahapan pengelolaan aspirasi, mulai dari penerimaan, registrasi, verifikasi, klasifikasi, disposisi, pembahasan, tindak lanjut, monitoring, hingga pelaporan," ungkap Silangen.
Dengan alur itu, setiap suara warga memiliki jejak proses yang bisa dipantau. Data aspirasi tersimpan sistematis dan dapat menjadi bahan pertimbangan pengambilan kebijakan daerah.
Silangen menilai keberadaan platform memperkuat tiga fungsi utama dewan sekaligus. Fungsi representasi, pengawasan, dan penganggaran mendapat dukungan data aspirasi yang terdokumentasi rapi.
"Kehadiran platform ini diharapkan mampu memperkuat fungsi representasi, pengawasan, dan penganggaran DPRD melalui ketersediaan data aspirasi masyarakat yang terdokumentasi secara sistematis. Data tersebut nantinya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam proses pengambilan kebijakan daerah," ujarnya.
Siap Sulut juga diarahkan mempererat koordinasi antara DPRD, Pemerintah Provinsi, dan perangkat daerah. Persoalan serta kebutuhan pembangunan yang disampaikan warga bisa ditindaklanjuti lintas instansi.
Ketua DPRD Sulut Fransiscus Andi Silangen bersama tiga wakil ketua, Michaela Elsiana Paruntu, Royke Anter, dan Stela Runtuwene, menyambut positif kehadiran platform. Mereka menilai inovasi ini sebagai terobosan yang mendorong pengelolaan aspirasi lebih sistematis, transparan, dan terukur.
Pengembangan aplikasi juga dikaitkan dengan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan reformasi birokrasi. Silangen menyebut langkah itu bagian dari peningkatan tata kelola pemerintahan yang partisipatif dan berorientasi pelayanan publik.
Ke depan, Siap Sulut akan disempurnakan melalui penambahan fitur layanan dan penguatan regulasi. Standar operasional prosedur (SOP) ikut dibenahi, disertai peningkatan kompetensi aparatur.
Integrasi data antar-sistem akan dikembangkan secara bertahap. Peluncuran platform menjadi penanda transformasi DPRD Sulut dalam menghadirkan pelayanan aspirasi berbasis digital, sekaligus mempererat hubungan antara masyarakat dan lembaga perwakilan rakyat.