SANGIHE — Aktivitas Gunung Awu di Kepulauan Sangihe masih dalam status siaga setelah PVMBG mencatat rangkaian gempa vulkanik dangkal dan tektonik jauh pada pengamatan akhir pekan lalu. Masyarakat di sekitar gunung diminta tetap waspada dan tidak beraktivitas di zona terlarang.
Gempa Vulkanik Dangkal Terdeteksi Tiga Kali dalam Enam Jam
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunungapi Awu periode Minggu pukul 06.00 hingga 12.00 Wita, terjadi tiga kali gempa vulkanik dangkal dengan durasi 6 hingga 15 detik. Selain itu, tercatat enam kali gempa tektonik jauh dengan durasi lebih panjang, yakni 42 hingga 489 detik.
Kondisi cuaca di puncak gunung dilaporkan cerah hingga berkabut, dengan suhu udara berkisar 25-29 derajat Celcius dan kelembaban 70-80 persen. Angin bertiup lemah ke arah timur, sementara asap kawah tidak teramati secara visual.
PVMBG Imbau Warga Tak Terpancing Isu yang Tak Bisa Dipertanggungjawabkan
PVMBG merekomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Awu tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya. Warga diminta mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe.
"Masyarakat harap mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe," tulis laporan resmi KESDM, Badan Geologi, PVMBG yang diterima detikcom, Minggu (31/5/2026).
Status Siaga Berlaku Sejak 20 Mei 2026
PVMBG sebelumnya telah menaikkan status Gunung Awu dari waspada menjadi siaga pada 20 Mei 2026. Kala itu, terjadi lonjakan gempa vulkanik dangkal hingga 13 kejadian dan 12 kali gempa tektonik jauh dalam sehari. Peningkatan frekuensi gempa inilah yang menjadi dasar penetapan level siaga.
Gunung Awu merupakan salah satu gunung api aktif di Sulawesi Utara yang terletak di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Status siaga berarti aktivitas vulkanik berada di atas normal dan berpotensi meningkat menjadi erupsi dalam waktu dekat jika tren kegempaan terus bertambah.