MANADO — Aparatur sipil negara di lingkungan Kanwil Kemenkum Sulut mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang berlangsung khidmat. Upacara digelar di halaman kantor Kanwil Kemenkum Sulut, dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah.
Makna Pancasila bagi Pelayanan Publik
Dalam amanat upacara, Kepala Kanwil Kemenkum Sulut menekankan bahwa Pancasila bukan sekadar simbol negara, melainkan pedoman dalam bertugas. Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial harus tercermin dalam setiap kebijakan dan tindakan.
"Peringatan ini mengingatkan kita bahwa tugas pelayanan hukum adalah pengabdian kepada rakyat," ujar Kepala Kanwil Kemenkum Sulut saat membacakan sambutan.
Penguatan Integritas ASN Hukum
Upacara tersebut juga menjadi ajang penguatan komitmen bagi seluruh pegawai. Mereka diajak untuk menjauhi praktik-praktik yang bertentangan dengan nilai Pancasila, seperti korupsi dan diskriminasi dalam pelayanan.
Kanwil Kemenkum Sulut selama ini menangani berbagai urusan, mulai dari administrasi hukum umum, kekayaan intelektual, hingga pembinaan terhadap warga binaan pemasyarakatan. Peringatan Hari Lahir Pancasila diharapkan bisa menjadi energi baru bagi birokrasi yang lebih bersih dan humanis.
Bagaimana Nilai Pancasila Diterapkan Sehari-hari?
Kepala Kanwil mencontohkan, sila kelima, keadilan sosial, bisa diwujudkan dengan memberikan akses layanan hukum yang sama bagi seluruh warga Sulawesi Utara. Tidak ada perbedaan perlakuan berdasarkan latar belakang ekonomi atau status sosial.
Sementara itu, sila keempat, kerakyatan, mendorong para pegawai untuk selalu mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan internal maupun dengan masyarakat pencari keadilan.
Harapan ke Depan
Peringatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni. Kanwil Kemenkum Sulut bertekad menjadikan Pancasila sebagai filter dalam setiap pengambilan keputusan. "Pelayanan hukum yang berkeadilan adalah cerminan nyata dari jiwa Pancasila yang hidup di institusi ini," pungkas Kepala Kanwil.