Pencarian

Jalan Usaha Tani Sepanjang 1,5 Km di Desa Suka Damai, Pohuwato, Kini Mulus, Petani Hemat Biaya Angkut Hingga 30 Persen

Selasa, 02 Juni 2026 • 15:29:42 WIB
Jalan Usaha Tani Sepanjang 1,5 Km di Desa Suka Damai, Pohuwato, Kini Mulus, Petani Hemat Biaya Angkut Hingga 30 Persen
Jalan Usaha Tani sepanjang 1,5 km di Desa Suka Damai resmi dibangun oleh PLN untuk mendukung petani setempat.

POHUWATO — Bagi petani di Desa Suka Damai, Kecamatan Lemito, Kabupaten Pohuwato, biaya angkut hasil bumi selama ini bisa menghabiskan sepertiga dari pendapatan mereka. Setiap kali hujan turun, jalan setapak berubah menjadi kubangan lumpur yang licin. Kendaraan roda dua atau roda empat kerap kesulitan menjangkau area perkebunan, membuat ongkos distribusi jagung, kelapa, dan kakao melonjak drastis.

Kondisi itu kini berubah. PT PLN melalui Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo) membangun Jalan Usaha Tani sepanjang 1,5 kilometer di desa tersebut. Jalan beton ini menghubungkan area perkebunan warga dengan jalan utama, sehingga kendaraan pengangkut bisa masuk langsung hingga ke dekat lahan pertanian.

Biaya Angkut Turun, Pendapatan Petani Naik

Kepala Desa Suka Damai, Yusuf Abubakar Mohi, mengatakan bahwa sebelum jalan ini dibangun, petani harus merogoh kocek lebih dalam untuk mengeluarkan hasil panen dari kebun. "Rata-rata di sini ketika aksesnya agak sulit maka mempengaruhi biaya pengangkutan, sehingga dengan adanya jalan tani ini sangat membantu dan memberikan dampak positif yang luar biasa bagi para petani," ujar Yusuf.

Dengan akses yang lebih baik, petani tidak perlu lagi membayar ongkos tambahan untuk jasa angkut manual atau kendaraan khusus yang bisa melewati medan berlumpur. Waktu tempuh dari kebun ke titik pengumpulan hasil panen juga berkurang drastis, dari yang sebelumnya bisa memakan waktu setengah jam perjalanan kaki, kini hanya beberapa menit dengan kendaraan bermotor.

PLN: Bukan Sekadar Infrastruktur Fisik

General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menyatakan bahwa pembangunan jalan ini adalah wujud komitmen perusahaan di luar bisnis kelistrikan. "Kami percaya bahwa kemajuan sebuah daerah dimulai dari penguatan ekonomi masyarakat desanya. Pembangunan Jalan Usaha Tani di Desa Suka Damai ini bukan sekadar membangun infrastruktur fisik, melainkan membuka akses terhadap kesempatan ekonomi yang jauh lebih luas," kata Usman dalam keterangan resmi yang diterima Monitor Sulut.

Usman menambahkan, program ini sejalan dengan visi PLN untuk memberikan kontribusi nyata yang melampaui core bisnis kelistrikan. "Listrik adalah energi yang menggerakkan kehidupan, namun infrastruktur yang layak adalah penggerak roda perekonomian," ujarnya.

Desa Suka Damai: Dari Kubangan Lumpur ke Jalan Harapan

Desa Suka Damai merupakan salah satu sentra produksi jagung dan kakao di Kecamatan Lemito. Sebagian besar warganya menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Selama bertahun-tahun, infrastruktur jalan yang buruk menjadi penghambat utama produktivitas. Banyak hasil bumi yang terpaksa dijual dengan harga lebih rendah karena petani tidak mampu membayar biaya transportasi yang tinggi untuk menjangkau pasar di kota kecamatan.

Kini, setelah jalan usaha tani rampung, petani bisa menjual hasil panen langsung ke pengepul dengan harga yang lebih kompetitif. "Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PLN atas bantuan pembangunan Jalan Usaha Tani ini," kata Yusuf.

Program TJSL PLN ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara BUMN dan masyarakat desa bisa menciptakan perubahan sosial yang masif. Dari jalan setapak yang dulu menjadi penghambat, kini telah bertransformasi menjadi penghubung antara kerja keras di ladang dengan kesejahteraan di rumah.

Bagikan
Sumber: monitorsulut.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks