BOLAANG MONGONDOW UTARA — Ratusan warga kurang mampu di Bolaang Mongondow Utara mendapatkan bantuan sembako dari PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kotamobagu. Paket sembako itu dibagikan secara langsung kepada masyarakat miskin ekstrem di sejumlah desa di kabupaten tersebut.
Program ini merupakan bagian dari peringatan Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni. PLN memanfaatkan momen tersebut untuk hadir di tengah warga yang ekonominya paling rentan.
150 Paket Sembako untuk Warga Miskin Ekstrem
Setiap paket sembako berisi bahan pangan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan dasar lainnya. Total ada 150 paket yang disiapkan untuk didistribusikan ke warga di beberapa desa di Bolaang Mongondow Utara.
Penyaluran dilakukan secara door to door oleh petugas PLN. Langkah ini diambil agar bantuan benar-benar sampai ke tangan warga yang membutuhkan, tanpa perantara.
Apa Tujuan PLN Bagikan Sembako Saat Hari Lahir Pancasila?
Manager PLN UP3 Kotamobagu, melalui keterangan resminya, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk pengamalan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Perusahaan ingin kontribusinya tidak hanya soal kelistrikan, tapi juga langsung menyentuh kebutuhan sosial warga.
PLN juga menyasar warga miskin ekstrem yang datanya sudah terverifikasi oleh pemerintah desa setempat. Hal ini untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Siapa Saja Penerima Manfaat?
Penerima bantuan adalah warga yang masuk kategori miskin ekstrem di beberapa desa di Bolaang Mongondow Utara. Mereka adalah kelompok yang paling terdampak secara ekonomi dan membutuhkan bantuan pangan secara langsung.
PLN berharap kegiatan ini bisa rutin dilakukan, tidak hanya saat hari besar nasional. Perusahaan juga membuka kerja sama dengan pemerintah desa untuk pendataan penerima bantuan yang lebih akurat ke depannya.
PLN Dorong Pemanfaatan Listrik untuk Usaha Warga
Selain bantuan sembako, PLN juga memberikan edukasi singkat kepada warga tentang pemanfaatan listrik untuk kegiatan produktif. Beberapa warga penerima bantuan diajak untuk mulai menggunakan listrik secara optimal guna membuka usaha kecil di rumah.
Langkah ini dinilai penting agar bantuan tidak bersifat konsumtif semata, tapi juga mendorong kemandirian ekonomi warga ke depannya.