KALAWAT — Irama rebana dan gerakan banner yang atraktif akan memenuhi area GMIM Yerusalem Kalawat, Wilayah Kalawat IV, hari ini. Sebanyak 80 tim dari berbagai penjuru Sulawesi Utara turut serta dalam Festival Rebana Banners Interdenominasi, sebuah kompetisi yang mempertemukan jemaat lintas denominasi gereja.
Dua Kategori yang Dipertandingkan
Panitia membagi kompetisi ke dalam dua kategori lomba, meski detail spesifik dari masing-masing kategori belum dirilis secara resmi. Setiap tim dipastikan telah melewati seleksi ketat di tingkat wilayah masing-masing sebelum tampil di festival tingkat provinsi ini.
Antusiasme peserta terlihat dari jumlah pendaftar yang melebihi ekspektasi awal panitia. GMIM Yerusalem Kalawat sebagai tuan rumah menyiapkan panggung utama dan area pertunjukan untuk mengakomodasi puluhan tim yang berlomba.
Mengapa Festival Ini Istimewa?
Berbeda dari festival rebana pada umumnya, ajang ini mengusung semangat interdenominasi. Artinya, peserta tidak hanya berasal dari satu sinode gereja, melainkan dari berbagai latar belakang denominasi Kristen yang ada di Sulawesi Utara. Hal ini menjadikan festival sebagai momentum mempererat persaudaraan antarjemaat.
Rebana Banners sendiri merupakan perpaduan seni musik rebana dengan koreografi menggunakan banner atau bendera. Gerakan yang selaras dengan irama lagu rohani menjadi daya tarik utama yang sering memukau penonton.
Suasana di Lokasi Lomba
Sejak pagi, halaman GMIM Yerusalem Kalawat dipenuhi oleh peserta yang tengah melakukan pemanasan dan gladi bersih. Beberapa tim terlihat membawa perlengkapan banner dengan warna-warna cerah yang kontras dengan seragam mereka.
Panitia memastikan seluruh protokol keamanan dan kenyamanan telah disiapkan, mengingat jumlah peserta dan pengunjung yang diperkirakan mencapai ribuan orang. "Ini adalah kali pertama kami menggelar festival skala provinsi, dan kami bersyukur responsnya luar biasa," ujar perwakilan panitia dari GMIM Yerusalem Kalawat.
Harapan untuk Generasi Muda
Festival ini juga menjadi ajang regenerasi seniman rebana di Sulawesi Utara. Banyak peserta berasal dari kalangan pemuda dan remaja gereja yang antusias mengembangkan bakat mereka di bidang seni musik rohani.
Dengan terselenggaranya festival ini, diharapkan tradisi Rebana Banners terus hidup dan berkembang di tengah modernisasi. Acara hari ini akan berlangsung hingga sore hari, ditutup dengan pengumuman pemenang untuk masing-masing kategori lomba.