SULAWESI UTARA — Layanan rias gratis itu tersedia di area lobi Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan. Karyawan asrama menyulap satu sudut ruangan menjadi meja rias lengkap dengan peralatan makeup, sisir, dan hairspray. Jemaah yang baru turun dari bus setelah menjalani rangkaian ibadah haji bisa langsung duduk dan berdandan sebelum bertemu keluarga.
Inisiatif Karyawan, Bukan Program Resmi
Kepala Asrama Haji Sudiang, Ahmad Fauzi, mengatakan ide ini murni datang dari staf kebersihan dan resepsionis yang melihat banyak jemaah perempuan datang dalam kondisi lelah dan rambut berantakan. “Mereka ingin pulang ke rumah dengan rasa percaya diri. Jadi kami siapkan alat-alat sederhana, siapa pun boleh pakai,” ujarnya kepada wartawan, Senin (15/7).
Fasilitas ini tidak dipungut biaya. Jemaah hanya perlu duduk di kursi yang tersedia, lalu staf asrama akan membantu merapikan rambut, memulas bedak, atau sekadar menyemir alis. Tidak ada jadwal khusus—layanan buka selama proses pemulangan jemaah berlangsung.
Antusiasme Jemaah: Dari Sekadar Bedak hingga Full Makeup
Sejak dioperasikan pekan lalu, puluhan hajah telah memanfaatkan sudut makeup itu. Beberapa hanya minta rambutnya disisir rapi, sebagian lain minta riasan lengkap—foundation, blush on, hingga lipstik. “Saya malu kalau difoto keluarga dengan muka capek. Lumayan, jadi lebih segar,” kata Hajah Siti Rahma, 62 tahun, jemaah asal Kabupaten Gowa.
Staf asrama juga menyediakan cermin besar dan lampu tambahan agar hasil riasan terlihat maksimal. Tak jarang, antrean terjadi saat jam-jam sibuk kepulangan, terutama setelah subuh dan menjelang sore.
Bukan Sekadar Cantik, Ada Nilai Sosial di Baliknya
Pengamat tata kelola haji Universitas Hasanuddin, Prof. Andi Makmur, menilai inisiatif ini mencerminkan pergeseran layanan asrama haji dari sekadar tempat transit menjadi ruang yang lebih manusiawi. “Jemaah haji, terutama perempuan, punya kebutuhan psikologis untuk tampil rapi setelah sebulan beribadah. Ini bentuk pelayanan publik yang peka,” katanya.
Ia menambahkan, langkah serupa bisa direplikasi di asrama haji daerah lain. Namun, kata dia, yang lebih penting adalah memastikan ketersediaan alat rias yang higienis dan staf yang terlatih, bukan sekadar asal ada.
Hingga kemarin, Asrama Haji Sudiang masih melayani pemulangan jemaah kloter terakhir. Layanan makeup corner akan ditutup bersamaan dengan berakhirnya masa operasional pemulangan, sekitar akhir pekan ini.