SULAWESI UTARA — Penyerahan sertifikat tanah wakaf itu berlangsung di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kantor Gubernur Jawa Tengah. Nusron hadir didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Selain sertifikat, kegiatan itu juga diisi pemberian bantuan pendidikan bagi 100 anak yatim dari sejumlah yayasan Islam di provinsi tersebut.
Ajakan Hijrah di Tengah Penyerahan Aset Umat
Dalam tausiahnya, Nusron mengajak masyarakat menjadikan pergantian tahun hijriah sebagai momentum evaluasi. Ia mengutip pepatah klasik bahwa seorang muslim yang hari ini lebih baik dari kemarin adalah golongan beruntung, sementara yang sama saja tergolong merugi.
"Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari-hari yang lalu, maka termasuk orang yang beruntung. Kalau hari ini sama dengan hari-hari yang lalu, termasuk orang yang rugi," ujar Nusron dalam keterangan tertulis, Selasa.
Menurutnya, semangat hijrah tidak hanya berhenti pada ranah personal, tetapi juga harus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menekankan pentingnya menjaga dan mengamankan aset-aset umat, seperti tanah wakaf, agar dapat terus dimanfaatkan untuk kepentingan publik.
Gubernur Jateng: Hijrah untuk Kerukunan
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menambahkan, peringatan 1 Muharam tahun ini menjadi momentum refleksi dan hijrah menuju kondisi yang lebih baik. Ia mengaitkan semangat perubahan itu dengan upaya memperkuat persatuan dan kerukunan di tengah masyarakat.
"Kita melakukan refleksi, kita harus berhijrah, harus berubah. Hijrah yang kita lakukan adalah bagaimana menciptakan Jawa Tengah menjadi rukun, tidak terpecah belah dan mampu menghadapi berbagai tantangan yang ada saat ini," jelas Luthfi.
243 Sertifikat untuk Yayasan dan Ponpes
Penyerahan 243 sertifikat tanah wakaf itu menyasar berbagai yayasan dan pondok pesantren di Jawa Tengah. Langkah ini merupakan bagian dari program prioritas Kementerian ATR/BPN untuk menyelesaikan sertifikasi aset-aset keagamaan dan sosial. Nusron berharap kepemilikan legal atas tanah wakaf dapat memberikan kepastian hukum dan mencegah sengketa di kemudian hari.
"Mudah-mudahan tahun ini lebih baik, Provinsi Jawa Tengah semakin makmur, dan suasana dunia saat ini bisa menjadi lebih baik, dan membawa keberkahan bagi kita semua," harap Nusron.
Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah Sri Pranoto dan Kepala Biro Humas dan Protokol Kementerian ATR/BPN, Achmad.