MANADO — Semangat kewirausahaan dan etos kerja keras ditekankan sebagai fondasi utama bagi generasi muda gereja di Sulawesi Utara. Dr Ferry Liando, Dekan Fisip Unsrat Manado, menyampaikan hal ini di hadapan para peserta PKPG GMIM 2026 yang berlangsung baru-baru ini.
Menurutnya, pemuda GMIM tidak boleh hanya menjadi penonton atau objek pembangunan. Mereka justru harus berada di garda terdepan dengan bekerja dan berkarya nyata.
Mengapa Bekerja Disebut Bagian dari Kesaksian Iman?
Dr Ferry menegaskan bahwa bekerja bukan sekadar urusan mencari nafkah. Lebih dari itu, aktivitas produktif seorang pemuda gereja adalah bentuk kesaksian hidup yang otentik. “Pemuda GMIM harus berusaha bekerja sebagai bentuk kesaksian dan tanggung jawab,” ujarnya dalam sesi materi yang dihadiri puluhan kader Obor Pembangunan.
Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai Kristiani tidak hanya diucapkan di dalam gedung gereja, melainkan diimplementasikan dalam aktivitas sehari-hari, termasuk di dunia kerja dan usaha.
Obor Pembangunan: Kader Muda yang Didorong Jadi Pelopor
PKPG GMIM 2026 sendiri merupakan program pembinaan berjenjang yang menyasar kader-kader muda potensial. Mereka yang mengikuti kegiatan ini disebut sebagai Obor Pembangunan, simbol penerang yang diharapkan mampu membawa perubahan positif di lingkungan masing-masing.
Dr Ferry Liando mengisi salah satu sesi untuk membekali para kader ini dengan perspektif teologis dan sosiologis tentang peran pemuda. Ia menekankan bahwa tanggung jawab seorang kader tidak berhenti pada aktivitas organisasi gereja, tetapi meluas pada kontribusi ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.
Apa yang Dimaksud dengan Tanggung Jawab dalam Konteks Ini?
Tanggung jawab yang dimaksud adalah kesadaran untuk mandiri dan tidak menjadi beban. Dengan bekerja, seorang pemuda gereja menunjukkan kedewasaan dan kemampuannya untuk berkontribusi. Hal ini juga menjadi bukti bahwa iman yang dihayati mampu mendorong seseorang untuk produktif dan solutif di tengah tantangan ekonomi.
Pesan ini relevan mengingat Sulawesi Utara memiliki potensi besar di sektor pariwisata, pertanian, dan perikanan. Para pemuda didorong untuk tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru.
Apa Dampak Pesan Ini bagi Pemuda GMIM?
Pembekalan dari akademisi Unsrat ini diharapkan mampu mengubah pola pikir para kader. Alih-alih hanya menunggu peluang, mereka dimotivasi untuk bergerak aktif. Bekerja keras, jujur, dan bertanggung jawab adalah wujud nyata dari panggilan iman yang harus dihidupi oleh setiap Obor Pembangunan.
Kegiatan PKPG GMIM 2026 ini menjadi salah satu upaya sinergis antara dunia akademik dan gereja dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh dan berdampak.