SULAWESI UTARA — Turnamen yang diikuti 362 atlet dari 26 negara ini bukan sekadar ajang pemanasan. Pelatih Timnas Tinju Indonesia, Husni Ray, menegaskan level kompetisi sangat tinggi karena negara-negara seperti Kazakhstan, Uzbekistan, India, Thailand, dan Filipina dipastikan menurunkan petinju terbaik mereka.
Minim Pengalaman Internasional, Target Utama Bukan Medali
Husni mengakui mayoritas atlet binaan PERBATI masih minim jam terbang di level Asia. Banyak dari mereka baru pertama kali merasakan atmosfer kejuaraan resmi sebesar ini.
“Petinju kita bisa tampil bagus dan mampu bersaing dengan peserta lain yang berkualitas saja sudah patut disyukuri. Sebagian besar dari mereka baru memulai debut internasional melalui program pembinaan yang dijalankan PERBATI,” ujar Husni, Jumat (3/7/2026).
Modal Berharga dari Vietnam dan Mongolia
Meski didominasi wajah baru, beberapa nama seperti Mars de Volta, Pangeran F. Lani, dan Henky sudah mengantongi pengalaman bertanding di luar negeri. Mereka mengikuti pemusatan latihan dan turnamen di Vietnam serta Mongolia dalam dua tahun terakhir.
Menurut Husni, pengalaman itu menjadi bekal penting untuk meningkatkan kepercayaan diri saat menghadapi lawan-lawan tangguh di Jakarta. Namun, ia menekankan jam terbang internasional tetap harus terus ditambah.
“Jam terbang internasional itu sangat penting, tidak bisa dibohongi. Semakin sering bertanding melawan petinju dunia, semakin matang pula kemampuan mereka,” katanya.
Undian Jadi Penentu Peluang Medali
Soal peluang meraih medali, Husni enggan pesimistis. Ia menilai hasil drawing atau undian pertandingan akan sangat menentukan sejauh mana langkah para petinju Indonesia.
“Peluang mendapatkan medali itu selalu ada. Mudah-mudahan nanti hasil undiannya bagus sehingga peluang kita menjadi lebih besar,” ujarnya.
Kejuaraan ini juga menjadi tolok ukur seleksi atlet untuk program pemusatan latihan nasional jangka panjang. Petinju kategori U-23 yang tampil impresif berpotensi diproyeksikan ke SEA Games Malaysia 2027 hingga kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028.
Pelatih Thailand Yakin Potensi Petinju Indonesia Besar
Pelatih kepala asal Thailand, Kamanit Nareerak, yang membawa Indonesia meraih satu emas, empat perak, dan empat perunggu di SEA Games 2025, menilai kemampuan atlet tanah air tidak kalah dari negara Asia lainnya.
Husni menyampaikan, Kamanit menyoroti tantangan terbesar bukan pada kualitas atlet, melainkan keberlanjutan program pembinaan. “Kamanit mengatakan petinju kita banyak yang bagus. Tinggal bagaimana mengelolanya dan memberi mereka kesempatan bertanding di luar negeri. Prestasi tidak datang secara instan,” pungkas Husni.