Pencarian

BPBD Sitaro Imbau Warga Sekitar Aliran Kali Berhulu Gunung Karangetang Tingkatkan Kewaspadaan Usai Erupsi

Senin, 13 Juli 2026 • 22:20:54 WIB
BPBD Sitaro Imbau Warga Sekitar Aliran Kali Berhulu Gunung Karangetang Tingkatkan Kewaspadaan Usai Erupsi
BPBD Sitaro mengimbau warga di sekitar aliran kali berhulu Gunung Karangetang untuk meningkatkan kewaspadaan pascaerupsi.

MANADO — BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro meminta warga yang tinggal di bantaran kali berhulu Gunung Karangetang untuk tidak lengah, terutama saat malam hari. Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Sitaro, Sonny Belseran, menyatakan bahwa letusan terdeteksi sekitar pukul 19.14 Wita, disertai suara dentuman yang terdengar jelas dari permukiman.

Erupsi Eksplosif Kecil dan Aliran Material ke Barat Laut

Sonny menjelaskan, hasil analisis situasi menunjukkan erupsi berasal dari kawah utara puncak gunung. Lontaran material setinggi 300 hingga 400 meter terpantau mengarah ke barat laut, melintasi area antara Kali Batu Bulan dan Kawahang.

"Aliran material mencapai jarak 700 hingga 1.000 meter," ujar Sonny dalam keterangan resmi yang diterima di Manado, Minggu.

Api di Puncak Akibat Lontaran Material Membakar Alang-Alang

Fenomena lain yang menyertai erupsi adalah terbakarnya alang-alang di sekitar puncak gunung. Material letusan yang terlontar memantul ke awan dan memantulkan cahaya api, sehingga dari kejauhan terlihat seperti kobaran api yang membesar. Meski demikian, BPBD memastikan situasi masih terkendali.

Status Gunung Karangetang: Level II atau Waspada

Hingga saat ini, status Gunung Karangetang masih berada di Level II atau Waspada. Pemerintah Kabupaten Sitaro melalui BPBD mengeluarkan rekomendasi tegas agar masyarakat tidak mendekati area kawah puncak dan aliran lava.

"Kami berharap warga mematuhi rekomendasi dan tetap memantau informasi resmi dari BPBD," kata Sonny Belseran menambahkan.

Imbauan Khusus untuk Warga Sekitar Aliran Kali

Kewaspadaan ekstra diminta bagi komunitas yang beraktivitas di sekitar sungai yang berhulu dari Gunung Karangetang. Potensi bahaya sekunder seperti lahar dingin atau aliran material sisa erupsi tetap mengintai, terutama jika terjadi hujan deras di area puncak.

BPBD Sitaro terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api untuk memantau perkembangan aktivitas vulkanik secara real-time. Masyarakat diimbau tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya dan selalu merujuk pada data resmi pemerintah.

Bagikan
Sumber: manado.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks