SULAWESI UTARA — Pengemudi mengunggah insiden ini langsung di forum Electrek. Menurut pengakuannya, mobil dalam mode Standard di FSD v14 melaju 78 km/jam di jalan dengan batas maksimal 50 km/jam. Seorang petugas polisi yang melaju dari arah berlawanan langsung menghentikan kendaraan tersebut di tempat.
"Ini tilang saya, dan saya akan membayarnya. Bukan berarti saya ingin melemparkan denda itu ke Tesla," tulis pengemudi. Ia sadar dirinya tetap bertanggung jawab penuh saat FSD aktif. Namun, ia menyoroti satu keputusan Tesla yang membuat situasi ini tak terhindarkan.
Fitur Pengatur Kecepatan Dihapus Tanpa Alasan Jelas
Sebelum versi FSD v14 dirilis pada Oktober tahun lalu, Tesla menyediakan fitur speed offset. Fitur ini memungkinkan pengemudi menentukan sendiri seberapa jauh mereka ingin melaju di atas batas kecepatan. Pengemudi bisa memilih angka, misalnya 10 atau 15 km/jam di atas limit, dan mobil akan mematuhinya. Pengaturan dilakukan langsung melalui tombol scroll di setir.
Setelah pembaruan v14, fitur tersebut lenyap. Sebagai gantinya, Tesla memperkenalkan lima profil berkendara tetap: Sloth, Chill, Standard, Hurry, dan Mad Max. Pengemudi tidak lagi bisa memasukkan angka spesifik. "Sloth dan Chill terlalu lambat. Standard kadang juga lambat. Hurry terlalu cepat dan Mad Max—yang sengaja dibuat untuk mengabaikan batas kecepatan—hanya konyol," tulisnya.
Mode Standard Membawa ke 78 km/jam, Bukan 65 km/jam
Di jalan 50 km/jam tempat insiden terjadi, mode Standard memutuskan 78 km/jam adalah kecepatan yang wajar. Di Quebec, pengemudi biasanya bisa melaju 10 hingga 20 km/jam di atas batas tanpa ditilang, asal tidak membahayakan. Namun, 28 km/jam di atas limit jelas masuk zona tilang.
"Jika Tesla masih mengizinkan saya mengatur offset sendiri, saya akan memilih 15 km/jam seperti dulu. Mobil akan membatasi diri di sekitar 65 km/jam. Saya tidak akan pernah berada di posisi ini," jelasnya. Ia menambahkan bahwa fitur batas kecepatan sebenarnya masih ada di dalam sistem, tapi kini hanya berfungsi sebagai peringatan—bukan batas keras seperti sebelumnya.
Dampak pada Penggunaan FSD di Jalan Biasa
Pengemudi ini mengaku semakin jarang menggunakan FSD di jalan raya biasa sejak perubahan tersebut. Di jalan tol, mode Standard dianggap masih masuk akal karena melaju di 111 km/jam—angka yang dianggap aman dan jarang menarik perhatian polisi. Namun, di jalan 50 km/jam, ketidakcocokan antara profil tetap dan kondisi nyata membuat sistem sulit diprediksi.
"Ini contoh lain di mana Tesla berasumsi mobil bisa menangani semuanya sendiri, padahal jelas tidak bisa. Kecepatan adalah keputusan subjektif. Jalan, kondisi lalu lintas, penegakan hukum lokal, dan toleransi risiko setiap orang berbeda. Profil preset tidak bisa tahu semua itu," tulisnya. "Tesla dulu sudah punya solusinya. Mereka membuangnya tanpa alasan."