BOLMONG UTARA — Polres Bolaang Mongondow Utara (Bolmong Utara) menyiagakan personel gabungan lintas instansi dalam Apel Gelar Pasukan Tanggap Bencana di Lapangan Apel Polres setempat, Selasa (4/8/2026) pukul 08.18 WITA. Kesiapsiagaan ini digelar untuk mengantisipasi dampak musim kemarau yang diperparah fenomena El Nino, mencakup kebakaran hutan dan lahan (karhutla), krisis air bersih, hingga ancaman ketahanan pangan.
Kapolres Bolmong Utara AKBP Andhika Fitriansyah memimpin langsung jalannya apel yang berlangsung khidmat hingga pukul 09.00 WITA. Kegiatan ini diikuti satu peleton TNI, Kejaksaan Negeri Bolmong Utara, Sat Samapta, Satlantas, Satreskrim, personel Polsek jajaran, Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD, tenaga kesehatan Pemkab Bolmong Utara, serta PLN Cabang Bolmong Utara.
Empat Instruksi Strategis Kapolres Antisipasi El Nino
Dalam amanatnya, AKBP Andhika Fitriansyah menegaskan bahwa dampak El Nino tidak hanya memicu karhutla, tetapi juga mengganggu distribusi air bersih dan menekan sektor pangan. Oleh karena itu, ia menginstruksikan empat langkah strategis yang wajib dijalankan seluruh unsur terkait.
- Penanganan titik api: Menerapkan prinsip zero burning dan menindak tegas pembukaan lahan dengan cara dibakar.
- Patroli dan pemantauan: Meningkatkan patroli pencegahan karhutla serta mengoptimalkan posko pemantauan hotspot.
- Ketahanan pangan: Mengaktifkan kembali Satgas Pangan dengan berkoordinasi bersama Bulog untuk menjaga stok beras dan kelancaran distribusi logistik.
- Pengelolaan air: Memperkuat kerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan PDAM, termasuk pembangunan sumur bor komunal di wilayah rawan kekeringan.
Mengapa Kesiapsiagaan Ini Menjadi Krusial?
Apel ini bukan sekadar seremonial, melainkan respons atas prediksi puncak musim kemarau yang dapat memperluas area kebakaran hutan. Dengan melibatkan TNI, BPBD, dan PLN, Polres Bolmong Utara berupaya memastikan respons cepat jika terjadi bencana di wilayah hukumnya.
“Kesiapsiagaan adalah kunci utama dalam menghadapi ancaman bencana. Saya mengajak seluruh instansi, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan kewaspadaan, serta tidak memberikan ruang sedikit pun terhadap tindakan yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan,” tegas AKBP Andhika Fitriansyah.
Perwira apel dipercayakan kepada Kabag Ops Polres Bolmong Utara AKP Noldie Rimporok, S.E., sementara komandan apel dijabat Ipda Rendy Tuejeh, S.H., M.H. Turut hadir Wakapolres Kompol Abdul Rahman Faudji, Asisten II Setda Bolmong Utara Abdul Muti Daeng Mulisa, Danramil 1303-13 Kaidipang Letda Inf. Joice Salindeho, serta Kepala BPBD Sofianto Ponongoa.
Imbauan untuk Warga Bolmong Utara
Kapolres juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijaksana dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran selama musim kemarau. “Dengan kebersamaan, kita dapat melindungi masyarakat, menjaga ketahanan pangan, mengamankan ketersediaan air bersih, dan memastikan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara tetap aman serta tangguh menghadapi dampak El Nino,” pungkasnya.
Rangkaian apel diawali laporan perwira apel, penghormatan, pemasangan pita tanda operasi, hingga doa bersama. Seluruh prosesi berlangsung aman dan lancar, sekaligus menjadi wujud komitmen kolektif dalam memperkuat ketahanan daerah menghadapi bencana hidrometeorologi.