SULAWESI UTARA — Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) Amerika Serikat resmi menaikkan status penyelidikan terhadap mesin L87 small-block V8 6.2 liter milik General Motors (GM). Langkah ini diambil setelah lebih dari 500 pemilik kendaraan melaporkan bahwa masalah yang sama masih terjadi, bahkan setelah kendaraan mereka menjalani prosedur recall atau penarikan kembali.
Investigasi yang kini berstatus engineering analysis ini mencakup hampir satu juta unit kendaraan yang diproduksi antara tahun model 2021 hingga 2026. Unit yang terdampak meliputi lini pikap dan SUV andalan GM, seperti Chevrolet Silverado, GMC Yukon, hingga Cadillac Escalade.
Fokus Investigasi: Menilai Efektivitas Perbaikan dari Recall Sebelumnya
Menurut laporan Reuters, fokus utama investigasi ini bukan lagi sekadar menemukan akar masalah, melainkan menguji efektivitas langkah perbaikan yang telah dilakukan GM. NHTSA ingin memastikan apakah solusi yang ditawarkan pabrikan benar-benar mampu mengatasi risiko kegagalan mesin, atau justru hanya solusi sementara yang tidak menyelesaikan masalah fundamental.
Langkah ini diambil sebagai respons atas keluhan berkelanjutan dari pemilik kendaraan yang merasa prosedur recall sebelumnya tidak berhasil. Beberapa di antaranya melaporkan gejala mesin mati mendadak atau mengalami penurunan performa signifikan setelah proses perbaikan selesai dilakukan.
Dampak ke Konsumen dan Langkah Selanjutnya
Bagi pemilik kendaraan bermesin L87 di Indonesia, kabar ini menjadi pengingat penting untuk memantau riwayat servis dan potensi kampanye perbaikan dari ATPM setempat. Meski investigasi masih berlangsung di Amerika Serikat, kebijakan perbaikan global dari GM biasanya akan diikuti oleh pasar lain, termasuk Indonesia.
Jurnalis otomotif The Drive, Byron Hurd, yang telah memberitakan isu ini secara ekstensif, mencatat bahwa kegagalan mesin tipe ini sering kali berujung pada biaya perbaikan yang sangat besar. Jika NHTSA akhirnya memutuskan bahwa recall sebelumnya tidak efektif, maka GM kemungkinan besar akan diwajibkan untuk melakukan recall tambahan dengan prosedur yang lebih komprehensif.
Hingga berita ini diturunkan, GM belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait perluasan investigasi yang dilakukan NHTSA. Para pemilik kendaraan yang terdampak disarankan untuk terus memantau situs resmi NHTSA dan dealer resmi untuk informasi terbaru mengenai status kendaraan mereka.