SULAWESI UTARA — CMF, sub-brand dari Nothing, kembali memperluas lini audio mereka dengan Clip Pro. Produk ini berbeda dari TWS konvensional karena mengusung konsep open-ear atau yang mereka sebut desain OpenFit Arc. Alih-alih menyumbat kanal telinga, perangkat ini "menjepit" di daun telinga, memungkinkan Anda tetap sadar dengan suara sekitar. Kami menguji perangkat ini untuk melihat apakah klaim kenyamanan dan kualitas suaranya sebanding dengan harga yang dipatok.
Desain OpenFit Arc dan Kawat Titanium: Nyaman Dipakai Berjam-jam?
Struktur Clip Pro mengandalkan sistem penyangga tiga titik: listening ball, comfort pod, dan C-bridge. Titik-titik ini mendistribusikan tekanan ke beberapa bagian telinga, jadi tidak ada satu titik yang terasa perih meski dipakai lama. C-bridge-nya sendiri punya panjang sekitar 30 mm dengan rentang sudut bukaan 40 hingga 53,5 derajat, dirancang untuk menyesuaikan bentuk telinga pengguna.
Bagian C-bridge memakai kawat titanium berdiameter 0,5 mm yang fleksibel. Material ini elastis dan bisa kembali ke bentuk semula setelah digunakan, jadi daya cengkeramnya diharapkan tidak kendor seiring waktu. Bagian luarnya dilapisi TPU yang ramah di kulit, sementara listening ball dan comfort pod memakai material PC+ABS. Secara keseluruhan, build quality-nya terasa solid dan ringan di telinga, tidak mengganggu meski dipakai sambil bergerak aktif.
Kualitas Suara: LDAC dan Driver 10,8 mm, tapi Ada Catatan untuk Bass
CMF membekali Clip Pro dengan driver dinamis 10,8 mm berkonfigurasi dual-magnet dan diafragma TPU + LCP. Dukungan codec LDAC, AAC, dan SBC, plus sertifikasi Hi-Res Audio, menjadi nilai jual utama di kelas harga ini. Saat dipasangkan dengan smartphone Android yang mendukung LDAC, detail suara yang dihasilkan memang lebih kaya dibanding codec standar SBC.
Untuk mengatasi kelemahan natural open-ear dalam reproduksi bass, CMF menyematkan Malleus Bass Boost Algorithm. Hasilnya, porsi low-end memang terasa hadir, tetapi jangan berharap seekstrem earphone in-ear. Karakter suaranya cenderung balanced dengan midrange yang jernih untuk vokal. Ini bukan earphone untuk basshead, melainkan untuk mereka yang prioritas utamanya kenyamanan dan kesadaran situasional.
Fitur Andalan: Smart Dial, Anti-Leakage, dan Clear Voice
Fitur paling menarik dari Clip Pro ada di charging case-nya. Smart Dial memungkinkan Anda mengatur volume, menjeda lagu, atau menjawab panggilan tanpa menyentuh earbud. Putar dial untuk volume, tekan untuk kontrol media. Responsnya cukup presisi dan terasa lebih intuitif daripada menepuk earbud yang sering salah deteksi.
Untuk panggilan, sistem Clear Voice memadukan VPU dengan mikrofon ganda di masing-masing earbud. Satu mikrofon menangkap suara utama, satu lagi meredam gangguan angin. Hasilnya, lawan bicara tetap bisa mendengar suara Anda dengan jelas meski di lingkungan ramai. Ada juga fitur Anti-Leakage yang mengurangi kebocoran suara ke orang sekitar, bisa diatur lewat aplikasi Nothing X dengan tiga mode: Off, Calls Only, dan Audio + Calls.
Koneksi Multi-Device dan Aplikasi Nothing X
Clip Pro mendukung koneksi dua perangkat sekaligus. Fitur ini bekerja mulus saat kami uji, berpindah dari laptop ke smartphone tanpa perlu memutus koneksi manual. Semua pengaturan lanjutan, termasuk equalizer dan mode Anti-Leakage, diatur lewat aplikasi Nothing X yang tersedia di Android dan iOS. Aplikasinya ringan dan tidak memakan banyak ruang penyimpanan.
Kelebihan dan Kekurangan CMF Clip Pro
- Kelebihan: Desain open-ear sangat nyaman untuk pemakaian lama
- Kelebihan: Dukungan LDAC dan Hi-Res Audio di harga Rp 1,7 jutaan
- Kelebihan: Smart Dial pada case praktis dan berfungsi baik
- Kelebihan: Koneksi multi-device stabil dan mudah diatur
- Kekurangan: Bass tidak sedalam earphone in-ear, wajar untuk open-ear tapi perlu ekspektasi realistis
- Kekurangan: Fitur Anti-Leakage hanya optimal di frekuensi menengah-tinggi, bass masih bisa bocor
- Kekurangan: Tidak ada ANC, jadi noise lingkungan tetap terdengar (ini memang konsekuensi desain)
Verdict: Cocok untuk Siapa?
CMF Clip Pro adalah pilihan tepat bagi Anda yang bekerja di lingkungan ramai atau sering beraktivitas di luar ruangan dan tetap butuh mendengar suara sekitar. Kualitas suaranya baik untuk kelas open-ear, dan fitur LDAC menjadi bonus besar. Namun, jika Anda adalah pendengar yang mengutamakan bass kuat atau butuh isolasi noise, earphone in-ear dengan ANC di harga serupa akan memberikan pengalaman yang lebih memuaskan. Produk ini kurang cocok untuk penggunaan di dalam pesawat atau kereta yang bising, karena tanpa ANC, suara mesin akan tetap terdengar jelas.
Dengan harga Rp 1.699.000, Clip Pro bersaing langsung dengan produk open-ear lain seperti Huawei FreeClip dan Nothing Ear (open). Keunggulan utamanya ada pada kombinasi LDAC dan Smart Dial yang tidak banyak dimiliki kompetitor di kelasnya. Jika prioritas Anda adalah kenyamanan dan fleksibilitas, perangkat ini layak masuk daftar beli.