SULAWESI UTARA — Menjelang musim gugur yang biasanya identik dengan perilisan iPhone, Apple justru menyapa penggemar desktop terlebih dahulu. Dua komputer anyar, Mac mini dan Mac Studio, kini sudah bisa dipesan lebih dahulu meski baru akan dikirim bulan depan. Keduanya sama-sama kotak kecil tanpa layar, keyboard, atau mouse—Anda harus menyiapkan periferal sendiri atau merogoh kocek ekstra untuk aksesori bawaan Apple.
Mac mini: Kotak Kecil dengan Kemampuan M6
Mac mini hadir dengan tinggi hanya 2 inci, dirancang untuk meja kerja yang sempit. Ukurannya yang ringkas dimungkinkan oleh chip M6, prosesor pertama Apple yang dibangun dengan teknologi 2-nanometer. Keunggulan utama chip ini adalah efisiensi daya, yang membuat Mac mini tetap dingin tanpa kipas berisik.
Jangan remehkan ukurannya. Chip M6 pada varian dasar membawa CPU 12-inti dan GPU 12-inti, ditemani RAM 16GB dan penyimpanan 256GB. Kapasitas penyimpanan ini memang terasa pas-pasan di era sekarang, jadi pertimbangkan untuk upgrade. Dengan spek tersebut, Mac mini mampu menjalankan tugas harian dan editing video dasar dengan mulus.
Bagi profesional yang butuh tenaga lebih, ada varian Mac mini dengan chip M5 Pro—chip yang sama dengan MacBook Pro terbaru. Varian ini menawarkan CPU hingga 18-inti dan GPU 16-inti, serta bisa dikonfigurasi dengan RAM 64GB dan SSD 8TB. Spek setinggi ini sanggup menangani grafis 3D dan pekerjaan coding berat.
Mac Studio: Mesin Ganda untuk Pekerjaan Super Berat
Mac Studio adalah level yang berbeda. Dengan tinggi 3,7 inci dan berat lebih dari 6 pon, ia tampak seperti raksasa di samping Mac mini. Di dalamnya, varian dasar mengusung chip M5 Max dengan CPU 18-inti dan GPU 32-inti yang luar biasa. Daya ini cukup untuk melatih model AI atau menjalankan game kelas atas.
Untuk performa paling ekstrem, ada Mac Studio dengan chip M5 Ultra. Chip ini pada dasarnya menggabungkan dua M5 Max, menghasilkan CPU hingga 36-inti dan GPU 80-inti. Konfigurasi puncaknya bahkan mendukung RAM 512GB dan SSD 16TB. Komputer ini jelas ditujukan untuk studio produksi, insinyur, dan peneliti.
Perbedaan Port dan Konektivitas
Mac Studio juga unggul dari segi port. Ia punya empat Thunderbolt 5 dengan kecepatan transfer hingga 120 Gbps, plus Ethernet 10Gb, HDMI, jack headphone, dan dua port USB-A untuk perangkat lama. Dua port USB-C tambahan di bagian depan membuat Anda tidak perlu membeli hub tambahan.
Sementara itu, Mac mini tetap punya port yang memadai, hanya lebih sedikit. Anda kehilangan satu port Thunderbolt dan kedua port USB-A yang dimiliki Mac Studio.
Kesimpulan: Mana yang Layak Dibeli?
Keputusan akhir kembali pada jenis pekerjaan Anda. Mac mini terbaru sudah lebih dari cukup untuk mayoritas pengguna, bahkan dengan harga barunya yang naik menjadi USD 899. Ia adalah pilihan cerdas untuk komputasi harian tanpa kompromi berarti.
Mac Studio baru layak dipertimbangkan jika Anda termasuk pengguna yang tidak mau berpikir dua kali soal kemampuan hardware. Harganya yang mahal mungkin berlebihan untuk kebanyakan orang, tetapi bagi segelintir profesional dengan beban kerja ekstrem, investasi ini adalah kebutuhan, bukan sekadar kemewahan.