MANADO — Irjen Pol Roycke Harry Langie mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh jajaran Polda Sulawesi Utara dalam apel perpisahan di Manado, Selasa. Ia menegaskan mutasi bukan berarti perpisahan, melainkan pengabdian yang hanya berpindah ruang tugas.
"Kalau dilihat dari kurikulum hari, saya mungkin apel terakhir dengan teman-teman semua di sini. Terhitung secara kurikulum, saya bertugas 1 tahun 11 bulan 5 hari," ungkap Kapolda di hadapan personel.
1 Tahun 11 Bulan 5 Hari di Sulut
Selama memimpin, Irjen Roycke menekankan tiga hal yang menjadi pegangan bersama: bekerja, berjuang, dan bercita-cita secara kolektif.
"Saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh anggota. Karena melalui kebersamaan, ada tiga hal yang perlu kita maknai, kita telah bekerja bersama, kita telah berjuang bersama, dan kita telah bercita-cita bersama," tuturnya.
Pesan Terakhir: Jaga Harga Diri Institusi
Di akhir arahannya, Kapolda meminta seluruh personel menjaga kekompakan dan keharmonisan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan selama memimpin serta meminta doa restu untuk tugas barunya di Mabes Polri.
"Tetap jaga kebersamaan, tetap jaga kekompakan. Tidak ada kesuksesan tanpa kebersamaan dan silaturahmi. Mari kita pertahankan harga diri dan martabat institusi, serta terus memberikan yang terbaik untuk kemajuan Polri," tegasnya.
Brigjen Yudo Hermanto Gantikan Posisi Kapolda
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menunjuk Brigjen Pol Yudo Hermanto sebagai Kapolda Sulawesi Utara yang baru. Sebelumnya, Yudo menjabat sebagai Karopaminal Divpropam Polri.
Sementara itu, Irjen Roycke dipromosikan sebagai Astamaops menggantikan Komjen Pol Mohammad Fadil Imran yang dimutasi sebagai Pati Stamaops Polri dalam rangka penyerahan tugas pensiun.
Prosesi apel perpisahan berlangsung khidmat dihadiri para pejabat utama dan personel Polda Sulut. Seluruh jajaran diharapkan tetap solid di bawah kepemimpinan Kapolda yang baru.