MANADO — Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Utara menghadirkan Strategi Terintegrasi Pengembangan IKM Sulawesi Utara untuk Mendorong IKM Naik Kelas dan Berdaya Saing, disingkat SIPIKEM. Sistem berbasis website itu dirancang sebagai kanal tunggal pengelolaan data dan pembinaan Industri Kecil dan Menengah di daerah.
Peluncuran SIPIKEM menempatkan Disperindag Sulut sebagai simpul penghubung antara pemerintah provinsi, 15 pemerintah kabupaten/kota, pelaku IKM, dan pemangku kepentingan terkait. Seluruh pihak masuk dalam satu sistem yang sama, bukan lagi bekerja dengan data terpisah-pisah.
Apa Saja yang Bisa Diakses Lewat SIPIKEM
Kepala Disperindag Sulut Hendrik R Tendean menyebut ada empat fungsi utama yang ditopang platform tersebut. Keempatnya dirancang saling menopang agar pembinaan IKM tidak berhenti di pendataan.
- Integrasi data IKM dari kabupaten/kota ke tingkat provinsi
- Pembinaan usaha bagi pelaku IKM
- Peningkatan kapasitas pelaku usaha
- Promosi produk unggulan daerah
“Hal ini terkait mendukung integrasi data, pembinaan usaha, peningkatan kapasitas dan promosi produk unggulan daerah,” kata Hendrik Tendean.
Mengapa Data IKM Selama Ini Jadi Persoalan
Selama ini data pelaku IKM di Sulut tersebar di masing-masing dinas kabupaten/kota dengan format dan waktu pembaruan yang tidak seragam. Kondisi itu menyulitkan pemprov saat menyusun program bantuan, pelatihan, maupun promosi karena dasar datanya berbeda-beda.
SIPIKEM mencoba menutup celah tersebut dengan menyatukan sumber data sejak dari daerah. Dengan begitu, keputusan pembinaan bisa diambil berdasarkan angka yang sama, bukan hasil rekapitulasi manual yang rawan tertinggal.
Dampak ke Pelaku IKM di 15 Kabupaten/Kota
Bagi pelaku IKM, kehadiran platform ini membuka jalur yang lebih pendek untuk mengakses program pemerintah. Selama terdaftar dalam sistem, riwayat pembinaan dan kapasitas usaha mereka tercatat dan bisa menjadi rujukan saat mengajukan fasilitasi.
Fungsi promosi produk unggulan daerah juga memberi ruang bagi IKM lokal untuk dikenal lebih luas. Produk yang selama ini terbatas dipasarkan di tingkat kabupaten/kota bisa masuk ke katalog provinsi dan dijangkau pembeli dari luar daerah.
Bagian dari Program Pemprov Sulut
Langkah Disperindag Sulut berjalan di bawah komando Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay. Keduanya menempatkan sektor IKM sebagai salah satu prioritas program yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat.
Transformasi digital di tubuh Disperindag menjadi pintu masuk penguatan sektor tersebut. SIPIKEM diposisikan bukan sebagai proyek sekali jadi, melainkan sistem yang terus diperbarui seiring bertambahnya pelaku IKM yang terdaftar.
Tahap berikutnya adalah mendorong seluruh kabupaten/kota mengisi data ke sistem dan memastikan pelaku IKM di daerah terpencil ikut terjangkau. Tanpa partisipasi daerah, integrasi yang dibangun lewat SIPIKEM hanya berhenti di tingkat provinsi.