Konser YE Live Jakarta 2026 di GBK Dinilai Perkuat Ekosistem Ekraf

Penulis: Wisnu Wardana  •  Jumat, 18 September 2026 | 20:31:01 WIB

SULAWESI UTARA — Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai konser YE Live in Jakarta 2026 berpotensi memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional melalui keterlibatan pekerja lokal. Pertunjukan yang dijadwalkan berlangsung 24 Oktober 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno itu menjadi satu-satunya kota di Asia Tenggara dan Oseania dalam rangkaian tur YE tahun ini. Audiensi persiapan konser digelar di Marqen Hotel, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Kementerian Ekonomi Kreatif menyoroti dampak berantai yang bisa muncul dari penyelenggaraan konser berskala internasional di Indonesia. Bukan hanya soal tiket dan penonton, tetapi juga keterlibatan vendor, desainer, kreator, musisi, hingga talenta produksi di belakang panggung.

Pandangan itu disampaikan Menteri Ekraf/Kepala Badan Ekraf Teuku Riefky Harsya saat menerima audiensi Raw Vision Collective (RVC) di Marqen Hotel, Jakarta, Senin (14/9/2026). Agenda pertemuan membahas persiapan YE Live in Jakarta 2026, konser yang akan digelar 24 Oktober 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Upskilling Pekerja Kreatif Lewat Standar Internasional

Bagi Teuku Riefky, konser internasional punya nilai lebih dari sekadar hiburan. Ia melihatnya sebagai ruang belajar bagi pekerja kreatif Indonesia untuk menyerap standar produksi global.

"Kami ingin melihat konser internasional bukan hanya sebagai sebuah pertunjukan, tetapi sebagai bagian dari proses upskilling & upscaling ekosistem ekraf. Mereka yang terlibat tidak hanya bekerja dalam sebuah produksi, tetapi juga mendapatkan pengalaman dengan standar internasional," ujar Teuku Riefky.

Pengalaman terlibat dalam produksi berskala global dinilai bisa mendorong profesionalisme dan daya saing pelaku industri kreatif dalam negeri. Kementerian Ekraf menempatkan kolaborasi lintas negara sebagai kunci, bukan sekadar kehadiran artis internasional di atas panggung.

Jakarta Jadi Satu-satunya Kota di Asia Tenggara dan Oseania

Jakarta masuk dalam rangkaian tur YE tahun ini sebagai satu-satunya kota di kawasan Asia Tenggara dan Oseania. Marketing & Communications Lead Raw Vision Collective, Karen Tjahja, menyebut minat penggemar datang dari sejumlah negara seperti Australia, Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Thailand.

Dari sisi pertunjukan, RVC menyiapkan konsep Globe Stage, panggung 360 derajat yang menempatkan penonton di pusat pengalaman konser.

"Kami ingin menghadirkan pengalaman pertunjukan yang berbeda melalui Globe Stage, konsep panggung 360 derajat yang menempatkan penonton di pusat pengalaman konser dan memungkinkan mereka menikmati pertunjukan dari berbagai sisi," ujar Karen.

Dorong Kolaborasi Jangka Panjang, Bukan Sekali Acara

Teuku Riefky menekankan skala besar konser harus diimbangi kesempatan bagi pelaku kreatif lokal untuk ikut ambil bagian. Kolaborasi antara penyelenggara internasional dan talenta Indonesia dinilai bisa memperkenalkan kapasitas kreatif dalam negeri ke jejaring industri global.

"Ini momentum emas atau golden moment untuk para pegiat, termasuk wirausaha kreatif naik kelas. Spirit-nya bukan hanya untuk yang hadir menonton, tetapi harus sampai keluar stadion. Di sinilah storytelling dan kolaborasi menjadi penting untuk membangkitkan semangat semua pihak," kata Teuku Riefky.

RVC berharap keterlibatan Kementerian Ekraf membuka jalan lebih luas untuk memperkenalkan potensi industri kreatif Indonesia. Kerja sama yang terbentuk diharapkan berlanjut menjadi kolaborasi jangka panjang, tidak berhenti di satu acara.

Dalam pertemuan itu, Teuku Riefky didampingi Deputi Bidang Kreativitas Media Cecep Rukendi, Staf Khusus Menteri Rian Syaf, dan Kepala Biro Komunikasi Kiagoos Irvan Faisal. RVC diwakili General Partner Muhammad Gentha Putra Fadilla dan Aditya Keo Santoso, Managing Director Bimo Wirjasoekarta, serta Advisor David Aditya Soeryadjaya.

Bagi industri hiburan Indonesia, konser YE di GBK menjadi ujian kedua setelah rangkaian tur internasional yang singgah sepanjang tahun. Yang dipertaruhkan bukan cuma sukses satu malam, tapi apakah ekosistem lokal benar-benar ikut naik kelas setelah panggung dibongkar.

Reporter: Wisnu Wardana
Sumber: vibizmedia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top